Bisnis / Keuangan
Kamis, 09 April 2026 | 09:49 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS. [Suara.com/Alfian Winanto
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.043 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 8 April 2026 pagi ini.
  • Pelemahan rupiah disebabkan oleh penguatan dolar AS serta kekhawatiran investor terkait konflik geopolitik dan pelanggaran kesepakatan.
  • Kondisi ini sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang di Asia, kecuali dolar Hong Kong yang mencatatkan penguatan tipis.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik melemah pada pagi ini. Padahal, rupiah sempat menguat selama satu hari.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Kamis (8/4/2026) dibuka ke level Rp17.043 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,18 persen dibanding penutupan pada Rabu (8/4/2026) yang berada di level Rp17.012 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp17.009 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi dolar AS yang mulai rebound.

"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas tertekan oleh rebound pada dolar AS namun didukung oleh sentimen risk on," katanya saat dihubungi Suara.com.

Kata dia, pasar mulai meragukan apabila gencatan senjata dapat bertahan. Pasalnya, Amerika Serika dinilai akan melanggar kesepakatan.

"Investor juga merespon tuduhan Iran bahwa AS telah melanggar kesepakatan, dengan menyinggung serangan Israel terhadap Lebanon. Range 16.950-17.100," jelasnya.

Ilustrasi Peso. [Pixabay]

Sementara itu, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,39 persen. Disusul, ringgit Malaysia yang tertekan 0,22 persen.

Selanjutnya, ada won Korea Selatan yang turun 0,21 persen dan yen Jepang terdepresiasi 0,16 persen. Lalu ada baht Thailand yang terkoreksi 0,12 persen.

Berikutnya, dolar Taiwan dan dolar Singapura sama-sama turun 0,07 persen. Diikuti, yuan China yang melemah tipis 0,04 persen di pagi ini.

Baca Juga: Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor

Sedangkan, dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah naik tipis 0,004 persen terhadap the greenback.

Load More