/
Kamis, 29 Juni 2023 | 08:58 WIB
CEK FAKTA, benarkah Anies Baswedan diperiksa KPK karena korupsi? ([screenshot Turnbackhoax.id].)

Narasi ingin membuat penonton percaya bahwa salah satu calon presiden dalam kontestasi Pemilu 2024 melakukan korupsi.

Anies Baswedan adalah salah satu calon presiden atau capres kontestasi Pemilu 2024. KPK adalah Komisi Pemberantasan Korupsi yang bertugas melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, serta melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, akun YouTube bernama KABAR NUSANTARA mengunggah video berjudul "6 TAHUN JADI MISTERI!! Bukti Korupsi Anies Sudah Di Temukan, KPK Nekat Tes Begini..".

Diunggah pada 16 Juni 2023, foto thumbnail Anies Baswedan tengah diperiksa KPK, kemudian ada tulisan "BREAKING NEWS !! HAMPIR 5 JAM DI PERIKSA KPK AKHIRNYA .. BUKTI KORUPSI ANIES, SUDAH DI TEMUKAN".

PENJELASAN

Turnbackhoax.id melakukan penelusuran dan hasilnya adalah:

* Video merupakan hasil editan kumpulan video dari
- Video pertama yang ditampilkan adalah video yang identik dengan liputan KOMPASTV pada 14 Januari 2023 berjudul "Ramai Perbincangan Dugaan Korupsi Bansos DKI Jakarta, KPK: Silakan Lapor!".
- Video kedua yang diunggah adalah video yang identik dengan liputan dari akun YouTube CNN Indonesia berjudul "Anies Baswedan Selesai Diperiksa KPK, Diperiksa 11 Jam, Anies: Insya Allah Membuat Terang" yang diunggah pada 7 September 2022. Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta saat itu diperiksa KPK terkait dengan penyelidikan dugaan korupsi dalam gelaran Formula E.

KESIMPULAN

Video berjudul "6 TAHUN JADI MISTERI!! Bukti Korupsi Anies Sudah Di Temukan, KPK Nekat Tes Begini.." memiliki konten yang dimanipulasi atau manipulated content.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More