Rafael Alun Trisambodo menulis surat kepada hakim bahwa anaknya bercita-cita untuk berbakti dan mendarmabaktikan diri.
Mario Dandy Satriyo, adalah lelaki muda usia 20 tahun yang saat ini tengah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia menjadi terdakwa kasus penganiayaan berat berencana atas anak korban Cristalino David Ozora Latumahina, anak usia 17 tahun yang dihajar hingga koma dan dirawat di ruang ICU hingga 53 hari, dengan kemungkinan terburuk tidak pernah sembuh 100 persen karena bagian otak sebelah kiri mengalami trauma berat.
Sementara itu, Polda Metro Jaya melimpahkan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo atas anak perempuan berusia 15 tahun bernama AG atau AGH, kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Sehingga, selain menjadi terdakwa kasus penganiayaan berat berencana, ia juga menjadi tersangka kasus dugaan pencabulan.
Dikutip dari kanal News Suara.com, Andreas Nahot Silitonga, kuasa hukum Mario Dandy, pada Selasa (25/7/2023) membacakan surat Rafael Alun Trisambodo, ayah terdakwa dan tersangka untuk Hakim.
Bunyinya, "Semoga ada kesempatan kedua bagi anak kami serta diberikan ruang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pun anak kami ingin mewujudkan cita-citanya menjadi anak bangsa yang berkarya, dan mengabdi darma baktikan dirinya untuk negeri. Namun demikian semua rencana harus berputar haluan karena anak kami senantiasa berkomitmen sedapat mungkin kooperatif sangat menghormati semua proses hukum ini."
Meski demikian, Rafael Alun Trisambodo, ayah dari Mario Dandy Satriyo, mantan eselon tiga dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Departemen Pajak yang terlibat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU dan menjadi terdakwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan menolak membayar biaya restitusi atas perbuatan tindak pidana yang dilakukan Mario Dandy Satriyo kepada anak korban Cristalino David Ozora Latumahina (17).
Penolakan juga disampaikan dalam bentuk pembacaan oleh kuasa hukum Mario Dandy Satriyo, Andreas Nahot Silitonga di hari persidangan yang sama.
Bunyinya, "Kami tidak bersedia untuk menanggung restitusi, dengan pemahaman bahwa bagi orang yang telah dewasa maka kewajiban membayar restitusi ada pada pelaku tindak pidana. Bahwa benar sikap kami pada awal kejadian perkara ini berhendak membantu tanggungan biaya pengobatan korban, sehingga kami memberanikan diri untuk menawarkan bantuan biaya pengobatan korban. Namun saat ini kami mohon untuk dipahami kondisi keuangan teraktual keluarga kami, yaitu sudah tidak ada kesanggupan serta tidak memungkinkan untuk memberikan bantuan dari segi finansial. Aset-aset kami sekeluarga dan rekening sudah diblokir oleh KPK dalam rangka penetapan saya sebagai tersangka sebuah tindak pidana dugaan gratifikasi."
Dalam perkara kasus penganiayaan berat berencana, Mario Dandy dikenakan Pasal 353 ayat 2 KUHP dan Pasal 355 ayat 1 tentang penganiayaan berat.
Sedangkan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur, Mario Dandy dijerat dengan Pasal 76D Jncto Pasal 81 Ayat (2) dan Pasal 76E Juncto Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Tag
Berita Terkait
-
Jalani Sidang Kasus Penganiayaan Berat Berencana, Mario Dandy Satriyo Resmi Tersangka Pencabulan Anak di Bawah Umur
-
Bayangkan Agnes Gracia Haryanto Berjarak Sangat Dekat dan Ditarik Korban untuk Dilecehkan, Mario Dandy Satriyo Ancam Panggilkan Brimob
-
Gratifikasi Ayah Mario Dandy Satriyo Diperiksa, Ada Dugaan Mengalir ke Panti Pijat?
-
Ada Luka Permanen di Saraf Otak David Ozora Latumahina, Dokter Berikan Pernyataan Mengharukan
-
Saksi Ahli Kasus Penganiayaan Berat Berencana Atas David Ozora Jelaskan Mengapa Korban Bisa Alami Patah Tulang Saat Latihan Jalan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Awas Macet! Jalur Transjakarta Gatsu Berlaku Mix Traffic hingga November 2026
-
5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!
-
Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi
-
Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026