Jumpa orang berkebangsaan sama di luar negeri sangat mudah, di negeri sendiri malah susah, inilah pengalaman Jeje.
Namanya Jeong Seok-seo, akan tetapi lebih akrab disapa Jeje. Bahasa Indonesia yang keluar dari bibirnya sudah sedemikian ngelotok, sehingga para pemain Timnas Indonesia bila mengobrol dengan Coach Shin Tae-yong lewat perantaraannya sebagai interpreter pun serasa tidak berjarak.
Dalam bincang-bincangnya dengan Boris Bokir di kanal YouTube Plus26, Jeje yang asli Korea Selatan menandaskan menjadi interpreter seorang pelatih sepak bola kharismatik seperti Coach Shin adalah sebuah kebanggaan.
"Saya lahir di era di mana Coach Shin Tae-yong dikenal sebagai pemain andal Korea Selatan. Masa di mana negara kamibisa memulangkan Timnas Jerman di Piala Dunia. Sehingga saat teman-teman saya seangkatan tahu saya bekerja di Indonesia sebagai penterjemah untuk Coach Shin, semua "wow", meski untuk era sekarang ya ada juga anak-anak muda yang tidak tahu Coach Shin itu siapa," demikian papar Jeje Jeong Seok-seo di kanal YouTube Plus26 asuhan Boris Bokir sebagaimana dikutip Metro Suara.com.
Ia sendiri, sejak kecil menyukai olah raga sepak bola. Apalagi di negerinya ada penjenjangan bermain bola. Setiap sekolah memiliki lapangan sepak bola dan murid-murid berlatih. Juga tersedia Sekolah Sepak Bola (SSB).
"Akan tetapi di sinilah uniknya. Kalau saya tetap bermain bola di Korea, kesempatan ketemu Coach Shin mungkin sangat kecil, bahkan bisa jadi tidak ada. Akan tetapi di sini sedemikian mudahnya, bahkan mendampingi ke mana pun, setiap ada latihan dan pertandingan, di dalam dan di luar negeri," lanjutnya.
Menurut Jeje, Coach Shin Tae-yong adalah sosok dengan disiplin tinggi.
"Meski pun tidak berbicara Bahasa Indonesia, khusus untuk kata "fokus" dan "konsen" beliau tahu. Itu yang diucapkannya kepada para pemain. Bisa menempatkan diri saat serius dan bercanda. Bila sedang becanda, suka sampai toyor-toyoran," lanjut Jeje.
Kedekatan yang dibangun Coach Shin dengan anak-anak asuhnya itulah yang sangat mengena bagi mereka yang pernah ditangani pelatih berjuluk Fox of the Ground itu.
Dan seperti kita lihat sendiri, Shin Tae-yong tidak segan menjewer anak-anak didiknya yang tidak fokus saat berlatih atau tidak tanggap saat menjawab pertanyaan. Begitu pula aksi pura-pura melempar bola agar yang diajak bicara memperhatikan.
Semuanya tidak lebih dari upaya Coach Shin Tae-yong mendekatkan diri kepada para pemain Timnas Indonesia yang dibimbingnya.
Jeong Seok-seo sebagai interpreter Shin Tae-yong, sudah tinggal di Indonesia lebih dari 10 tahun. Diawali kepindahan sekeluarga ke Tanah Air, ia bersekolah di negara kita, dan tetap berada di sini saat orangtuanya kembali ke Korea Selatan.
Ia berkarya sebagai interpreter lepas bahasa Korea ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Biasa menangani artis-artis negerinya yang manggung di sini, suatu hari di acara kondangan ia mendapatkan kesempatan untuk menjadi interpreter pelatih sepak bola. Tak diduga tak dinyana, ialah Shin Tae-yong. Salah satu idola Jeong Seok-seo sendiri!
Berita Terkait
-
Pengalaman Jadi "Bayangan" Coach Shin Tae-yong, Jeje Jeong Seok-seo Minta Satu Hal Ini Kepada Pak Pelatih
-
Bercita-cita Timnas Indonesia Bisa Berbicara Lebih Tinggi di Tingkat Asia, Shin Tae-yong Mulai Pelatihan Pemain dari Sektor Ini
-
Semua Pemain Abroad Timnas Indonesia Ikut TC, Shin Tae-yong Punya Modal Kuat Bidik 8 Tiket Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Sudah Tiba di Jakarta, Pemegang Banderol Rp 5,21 M Ini Bawa Pesan dari Klubnya Tentang Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Sempat Mengira Pengunyah Buah Pinang Makan Darah, Yoo Jae-hoon Berbagi Cerita Seru Ogah Tinggalkan Indonesia
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Novel Kereta 4.50 dari Paddington: Trik Pembunuhan di Luar Nalar
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
-
7 Shio Paling Beruntung di Juli 2026, Cuan Melimpah!
-
Jaksa Agung Larang Anak Buah Ngonten Pakai Baju Dinas: Saya Tak Segan Pecat Kalian!
-
4 Padu Paddan OOTD Sleek Minimalist ala Heo Nam Joon untuk Segala Momen!
-
Dipinang 5 Kerajaan Lampung, Jokowi Resmi Bergelar Baginda Pemuka Bangsa
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Waspadai Tanda-tanda yang Mengarah pada Masalah Katup Jantung