Pelatih Timnas Brunei Darussalam Mario Rivera pernah menuding Shin Tae-yong bersekongkol dengan wasit lantaran pernah dibantai 7 gol tanpa balas di Piala AFF 2022 lalu.
Kesal dengan hasil yang diterima timnya, Mario Rivera melayangkan isu miring soal adanya persekongkolan Shin Tae-yong dengan wasit.
Kecurigaan ini didasarkan wasit memimpin pertandingan kala itu sama-sama berkebangsaan Korea Selatan.
Selain itu, wasit yang memimpin pertandingan terkesan mendesak kiper Brunei untuk menendang bola lebih cepat di babak pertama.
Wasit juga tampak melemparkan tawa kepada Shin Tae-yong dan tampak sudah saling mengenal.
"Karena mereka sama-sama orang Korea, mereka dapat berbicara satu sama lain, tetapi mereka tidak boleh saling menertawakan. Mungkin kemudian mereka akan bertemu di restoran Korea dan ditraktir oleh pelatih Shin Tae-yong. Bagi saya, ini tidak bisa diterima," kata Mario, dikutip dari Bolatimes, Selasa (10/10/2023).
Ditambah lagi, kekesalan pelatih asal Spanyol itu menjadi-jadi kala salah satu pemain Brunei harus diganjar kartu merah, yang Mario Rivera menilai itu bukan kesalahan fatal.
"Sebelum kartu merah, kami bisa bermain melawan Indonesia dan para pemain menunjukkan permainan yang bagus. Kemudian wasit merusak permainan karena itu bukan kesalahan. Mungkin dia senang sekarang. Pencopotan satu pemain membuat 22 orang lainnya menangis di ruang ganti," lanjutnya.
Diketahui Timnas Indonesia akan menjamu Brunei pada 12 Oktober 2023 di Stadion Gelora Bung Karno. Kemudian pertandingan leg kedua Timnas Indonesia akan bertandang ke markas Brunei Darussalam di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah pada 19 Oktober 2023.
Baca Juga: Jelang Putusan Batas Usai Minimal Capres-Cawapres, PSI Bantah Gugatan di MK untuk Buka Jalan Gibran
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026