/
Senin, 12 Desember 2022 | 21:28 WIB
Putri Candrawathi usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022). ((Suara.com/Yosea))

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi, mengaku tidak tahu saat Yosua ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga pada 8 Juli 2022.

Istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo ini menyebut saat itu dirinya tengah berada di dalam kamar sedang tidur. Hal itu disampaikannya saat menjadi saksi untuk terdakwa Bharada E (Richard Eliezer), Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

Awalnya Ketua Majelis Hakim Iman Wahyu Santoso menanyakan kronologi Putri Candrawathi tiba di rumah Duren Tiga. Putri menceritakan setibanya di sana ia langsung masuk ke dalam rumah dan Kuat membawakan tasnya hingga di depan pintu kamar.

"Setelah tiba langsung saya ganti baju karena saya ingin istirahat. Kepala saya pusing sekali," ujar Putri Candrawathi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/12/2022).

Hakim lantas bertanya apakah Putri Candrawathi mengetahui kedatangan Ferdy Sambo ke rumah Duren Tiga. Dan Putri pun mengklaim ia tidak tahu sang suami tiba.

Saat di kamar tidur, Putri Candrawathi menyebut dirinya sempat mendengar suara ribut-ribut di luar kamar sebelum akhirnya terdengar suara letusan senjata.

"Kapan saudara mendengar suara tembakan," tanya hakim dikutip dari tayangan Kompas TV.

"Saya waktu itu sedang istirahat, sedang tidur. Terus saya mendengar seperti suara-suara ribut-ribut, terus saya mendengar letusan," ujar Putri Candrawathi.

"Berapa kali saudara dengar letusan," kata hakim.

Baca Juga: Putri Candrawathi Mengaku Yosua 2 Kali Mau Angkat Tubuhnya: Saya Bilang Jangan Dek

"Beberapa kali," jawab Putri Candrawathi.

"Apa yang saudara lakukan saat denger letusan," cecar hakim.

"Saya di kamar tutup telinga dan takut," ucap Putri Candrawathi.

"Refleknya kalau orang takut, apalagi di dalam kamar adalah mencoba untuk bersembunyi, berlindung. berlindung itu macem-macem, bisa menutup pintu, bisa sembunyi di balik lemari, bisa macem-macem..." ujar hakim.

"Karena waktu itu saya sedang tidak enak badan, jadi saya hanya meringkuk di tempat tidur sambil menutup kedua telinga," ujar Putri Candrawathi.

Pasca kejadian penembakan itu, Putri Candrawathi mengaku Ferdy Sambo masuk ke kamar dan merangkulnya serta membawanya keluar rumah.

Load More