Suara.com - Usai Ferdy Sambo, kini giliran sang istri yakni Putri Candrawathi yang dihadirkan sebagai saksi di persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Putri dihadirkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (12/12/2022) sebagai saksi untuk Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Bripka Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf.
Dalam kesempatan itu Putri sempat mengaku tidak tahu soal hadiah uang dan ponsel baru, yakni iPhone 13 Pro Max, untuk ketiga terdakwa. Padahal poin ini sempat ditegaskan di surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Namun pengakuan Putri ini tampaknya berhasil dipatahkan oleh barang bukti yang ditunjukkan pengacara Bharada E, Ronny Talapessy.
Ronny awalnya mempertanyakan soal gelang yang dipakai di tangan kanan Putri. Istri Sambo itu mengaku lupa sejak kapan memakai gelangnya tetapi yang pasti sudah lebih dari satu tahun.
Setelah itulah Ronny meminta izin untuk menunjukkan foto yang diduga diambil Bharada E ketika mendapat iming-iming uang sebesar Rp1 miliar serta iPhone 13 Pro Max dari pasangan Sambo-Putri.
"Ada foto HP dari Richard Eliezer, tanggal 10 (10 Juli 2022) jam 23.30. HP ini tidak disita tetapi dikembalikan kepada orang tua Richard Eliezer di Mako Brimob," ungkap Ronny dalam potongan video persidangan yang kini viral di TikTok, salah satunya diunggah akun @1tsm3_riel.
"Ada potongan (foto) tangan dari saudara saksi dan kaki dari saudara FS di Lantai 2 tanggal 10, pada waktu pemberian uang dan HP," sambungnya.
Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso sempat menyayangkan foto yang belum dicetak oleh kubu Bharada E tetapi tetap mengizinkan barang bukti tersebut diperlihatkan.
Baca Juga: Putri Candrawathi Buka Rekening Atas Nama Ajudan, Hakim Singgung TPPU
Wahyu lalu memverifikasi bukti-bukti foto yang hendak ditunjukkan Ronny. "Apa kaitannya?" tanyanya, mempersilakan Ronny untuk menggali keterangan dari saksi bila diperlukan.
"Untuk menjelaskan bahwa saudara saksi ada di Lantai 2, tanggal 10, terkait dengan pemberian uang," jelas Ronny.
"Oh artinya bahwa saudara pengin mengatakan tadi saksi mengatakan tidak tahu-menahu tetapi pada saat pemberian saksi hadir ada di situ?" balas Wahyu.
Pertanyaan Wahyu ini pun diiyakan oleh Ronny. Karena itulah Wahyu kemudian memerintahkan Ronny untuk menyiapkan bukti tersebut di persidangan berikutnya.
Berita Terkait
-
Putri Candrawathi Bantah Berikan Uang dan HP ke Bharada E Hingga Kuat Maruf Usai Penembakan Yosua
-
Putri Candrawathi Nangis-Nangis ke Hakim: Brigadir J Perkosa dan Banting Saya 3 Kali
-
Murka! Hakim Semprot Putri Candrawathi: Ini Peristiwa Terbesar dalam Sejarah Polri, 95 Polisi Kena Kode Etik
-
Putri Candrawathi Bongkar Peristiwa di Magelang Hingga Alasan Brigadir J Setrika Pakaian Anak Perempuannya
-
Putri Candrawathi Lebih Pilih Diangkat Kuat Ma'ruf, Tolak Tawaran Brigadir J 2 Kali
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat