Fajar Sabdboy kembali menjadi sorotan usai diwawancarai Denny Cagur di channel Youtube Denny Cagur TV.
Ia sendiri menjadi biral usai video menangis sesenggukan karena cintanya ditolak perempuan bereda di media sosial.
Video menangisnya itu, membuat Fajar dijuluki dengan istilah sad boy. Secara harfiah, arti kata sad boys atau sad girls sendiri adalah remaja yang sedang sedih.
"Cewek yang saya perjuangkan, dia tega meninggalkan saya saat saya sudah mulai nyaman," kata Fajar Sadboy sambil menangis dalam video yang beredar.
Mudah menangis sendiri merupakan salah satu dari tanda mengalami burnout.
Burnout kerap disalahartikan sebagai respons stres. Padahal burnout merupakan sindrom yang berkembang sebagai respons dari kondisi kerja yang merugikan.
Burnout terjadi karena adanya tekanan pekerjaan yang terlalu banyak. Inilah yang membuat risiko burnout seseorang akan lebih tinggi, bahkan bisa berakhir depresi.
Masalah ini tentu menyebabkan seseorang mengalami kelelahan emosional, depersonalisasi, dan pencapaian yang kurang karena tekanan yang dirasakan.
Menurut Konsultan Dermatologis, Kosmetik dan Ahli Bedah Kulit The Esthetic Clinics, Dr. Rinky Kapoor, kelelahan merupakan perasaan terkuras dan berada di bawah tekanan konstan untuk waktu yang lebih lama.
Baca Juga: Diduga Rem Bolong, Truk Sampah Milik Pemprov DKI Seruduk Pemotor hingga Tewas di Gatot Subroto
Meski burnout terjadi secara perlahan, ia mengatakan gejala kondisi ini kerap sulit dikenali. Efek burnout dapat dilihat dari aspek kehidupan fisik, emosional, serta mental seseorang.
Sementara itu, ada tujuh tanda kelelahan yang dialami individu saat mereka mengalami burnout. Simak ulasannya berikut ini seperti yang dilansir dari HealthShots.
1. Hilang Minat
Tidak tertarik atau bersemangat tentang pekerjaan atau kehidupan keluarga. Individu yang mengalami burnout juga merasakan hidup tanpa tujuan.
2. Pelupa
Orang yang mengalami burnout juga kerap mudah berhenti berusaha dalam melakukan segala tugas. Mereka juga jadi sering menjadi pelupa.
3. Malas
Seorang yang mengalami burnout biasanya kurang memerhatikan kebutuhan dasar individu, seperti kebersihan pribadi, makan, kebersihan dan cara pakaian, dan kebutuhan medis lainnya.
4. Lelah
Mereka biasanya merasakan lelah yang berlebihan, bahkan saat melakukan aktivitas biasa seperti menyikat gigi atau melakukan tugas yang lebih besar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Kylian Mbappe: Mau Spanyol atau Belgia, Prancis Siap Tampil Habis-habisan
-
Erick Thohir Lantik Sesmenpora dan Deputi Baru, Targetkan Industri Olahraga Indonesia Naik Kelas
-
Ilmu Sains Bongkar Rahasia Ketajaman Haaland di Piala Dunia 2026: Dia Sosok Anomali
-
Nafsu Pelatih Swiss Hentikan Langkah Argentina Klaim Punya Cara Redam Lionel Messi
-
The Next Andres Escobar? Kalah dari Swiss, Pemain Kolombia Terima Ancaman Pembunuhan
-
Euforia Berujung Maut! Remaja Putri Tewas Saat Rayakan Kemenangan Prancis
-
Susunan Pemain Spanyol vs Belgia: De la Fuente Coret Pedri Diganti Fabian Ruiz
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
57 Persen Galon Guna Ulang Melampaui Batas Pakai, DPR: Masyarakat Jangan Dibodohi Soal Bahaya BPA
-
PTBA Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat, Bidik Dampak Nyata dan Berkelanjutan