/
Jum'at, 05 Mei 2023 | 20:12 WIB
Kolase Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. ([Dok. Istimewa])

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh lakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Wisma Nusantara, Jakarta, Jumat (5/5/2023) siang.

Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto mengatakan pertemuan itu mendiskusikan bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Anies Baswedan selaku bakal capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

"Betul, Pak Luhut juga meng-endorse, katakanlah kalau bahasa kalian kan meng-endorse ini, meng-endorse itu, dan sebagainya, dan itu menjadi diskusi yang luar biasa," kata Sugeng di Sekretariat Perubahan, Jakarta, Jumat (5/5), dikutip dari ANTARA.

Kendati demikian, kata dia, tim kecil atau tim delapan KPP telah mengerucutkan lima nama bakal cawapres yang akan diduetkan dengan Anies Baswedan.

"Sudah mengerucut menjadi lima nama memang, hanya siapa saja? Wah, itu tim yang menggodok dan kita sepakat akan diserahkan ke calon presiden (Anies Baswedan)," ujarnya.

Sugeng menambahkan, Luhut dan Paloh sepakat untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam membangun kompetisi Pemilu 2024 yang jujur dan adil.

Termasuk saling menghormati keputusan politik terkait bakal capres yang diusung.

"Masing-masing menghormati keputusan politik, termasuk mohon maaf kita sebut dalam hal ini Pak Luhut menghormati apa yang sudah diputuskan oleh Pak Surya, dalam hal ini NasDem, dalam konteks kontestasi, sekaligus menyangkut Pak Anies," tuturnya.

Sugeng menyebut kedua tokoh tersebut juga menilai Pemerintah seyogianya tidak menunjukkan keberpihakan terhadap calon tertentu, agar berimbang dan tidak menimbulkan dinamika yang tak perlu.

Baca Juga: CEK FAKTA: Demi Menangkan Anies Baswedan, Sandiaga Uno Mundur dari Kabinet, Benarkah?

"Intinya ada suasana yang coba dibangun demi baiknya ini negara, bangsa ini ke depan," imbuhnya.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa Surya Paloh menegaskan pihaknya akan tetap mendukung suksesnya pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga akhir kepemimpinannya pada 2024.

"Karena dulu kita yang mengusung kepemimpinan Pak Jokowi-Ma'ruf Amin. Saya kira tadi clear dan itu ditegaskan sekali lagi di hadapan Pak Luhut," ucap dia.

Load More