/
Kamis, 11 Mei 2023 | 11:13 WIB
Teddy Minahasa divonis seumur hidup kasus peredaran sabu oleh majelis hakim PN Jakbar, Selasa (9/5/2023). ([Suara.com/Alfian Winanto])

Kasus di tubuh Polri belakangan ini tentu menjadi sorotan banyak pihak, seperti Ferdy Sambo pada kasus pembunuhan berencana serta Teddy Minahasa dalam kasus narkoba jenis sabu.  

Tentu saja, ulah yang dilakukan sebagian oknum Polri tersebut membuat kepercayaan dari masyarakat menurun pada waktu itu.

Kini, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan mengatakan tingkat kepercayaan publik kepada Polri  semakin membaik lagi pada 2023 setelah pada April mencapai 73,2 persen.

"Banyak alasan kenapa Polri semakin mendapat kepercayaan masyarakat," katanya.

Edi mengatakan berdasarkan hasil kajian ilmiah yang dilakukan Lemkapi pada April 2023, peningkatan kepercayaan terhadap Polri antara lain karena sikap tegas Polri yang tidak pandang bulu dalam penanganan kasus.

Menurut dia, kasus yang ditangani tegas dan tanpa pandang bulu antara lain pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang melibatkan mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo dan kasus narkoba melibatkan mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Teddy Minahasa.

Kasus terkini adalah penganiayaan yang melibatkan AKBP Achiruddin Hasibuan, mantan Kepala Bagian Operasi Direktorat Narkoba Polda Sumatera Utara.

"Kami melihat perintah Kapolri menerapkan 'equality before the law' dimana setiap warga negara bersamaan kedudukannya di hadapan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu," katanya menegaskan.

Menurut dia, penanganan sejumlah kasus yang mendapatkan sorotan publik itu telah dilaksanakan secara tuntas, transparan, dan tidak ada yang ditutupi.

Baca Juga: Cek Fakta: Geger! Muhammadiyah Gandeng Polri Serbu Markas Besar PKI, Benarkah?

Semua penyidikan menggunakan "scientific crime investigation" atau penyidikan kejahatan secara ilmiah, katanya.

Menurut pemerhati kepolisian ini, alasan lain Polri semakin dipercaya adalah lahirnya berbagai inovasi pelayanan publik berbasis teknologi pada masa kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Edi juga melihat keterbukaan Polri dalam menerima masukan dan kritikan masyarakat ikut mendorong kepercayaan publik.

Lomba mural, lomba orasi, dan Jumat Curhat menjadi contoh keterbukaan Polri akan menerima kritikan.

"Hingga saat ini setiap wilayah diwajibkan aktif melakukan Jumat Curhat. Warga bisa menyampaikan keluhan atau permasalahan kepada anggota Polri yang hadir di masyarakat setiap Jumat," ujarnya.

Dia mengatakan pengamanan bulan Ramadhan 2023 dan mudik, Lebaran dan balik juga banyak diapresiasi publik.

Load More