Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, dirinya tidak menutup mata jika permasalahan perusakan BKTB oleh sejumlah sopir angkot kemarin, beraroma politik. Pernyataan itu disampaikan Jokowi di Balaikota Jakarta, Rabu (12/2).
"Kalau tahun politik seperti ini biasa, ada yang kompori, kipas-kipasi, biasa lah. Enggak ada yang baru buat saya," ujarnya kepada Matamata.com.
Jokowi juga menyinggung terkait tahun ini yang menjadi tahun politik.
"Urusan skrup salah aja disalahin Jokowi. Urusan ada tikus mati aja wah Jokowi salah, ada semut mati wah Jokowi salah, ada skrup jatuh wah Jokowi salah," tambah mantan Walikota Solo ini.
Untuk diketahui, sejumlah supir angkot KWK U-11 jurusan Kapuk-Muara Karang dan KWK U-01 Jurusan Muara Angke-Grogol mendatangi Balaikota sebagai aksi protes pengoperasian BKTB. Menurut mereka, dengan samanya trayek, akan membuat masyarakat beralih ke bus yang terintegerasi dengan Bus Transjakarta ini.
Penolakan ini pun berujung pada pengerusakan BKTB di Jalan Kopi, Tambora, Jakarta Barat sekitar pukul 13.45 WIB, kemarin. Dalam aksi penolakan ini, sejumlah supir ini pun menimpuk bus BKTB dengan batu.
Berita Terkait
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Nadiem Makarim Ungkap Peran Jokowi dalam Pembentukan Tim Shadow
-
Mengapa Menonton Film 'Pesta Babi' dan Membagikannya di Medsos Tidak Akan Mengubah Apa pun
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan
-
Kronologi Kebakaran Maut Sunter Agung: Tetangga Bantu Pakai APAR, 4 Nyawa Tak Tertolong
-
Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?
-
Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?
-
Negara Rugi Rp25 Triliun, Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun Penjara
-
Dugaan Pelanggaran HAM di Torobulu, Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Tambang
-
Ketika PAM Jaya Minta Maaf di Tengah Jalan Jakarta yang Semrawut
-
Satu Keluarga Jadi Korban Kebakaran Maut di Sunter Agung, 4 Orang Meninggal Dunia
-
Bukan Bebas Murni, Mengenal Apa Itu Tahanan Rumah yang Kini Dijalani Nadiem Makarim
-
Nadiem Makarim: Malam Ini Saya Operasi, Tapi Siap Dengarkan Tuntutan Jaksa