Suara.com - Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan Tim Gabungan Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) berfungsi sebagai pengawas kepala dinas yang baru. Ahok menolak bila TGUPP dikatakan hanya sekedar untuk tempat pembuangan bagi kepala dinas bermasalah.
"Tupoksinya untuk mengawasi dinas, dan mereka (tim) lapor ke kita, kepala dinas mana yang ga beres, koordinasi-koordinasi mereka yang kerjain, lempar mereka dan kerjakan," kata Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (14/2/2014).
Ahok menekankan TGUPP bertugas melaporkan hasil kerja para kepala dinas secara langsung ke Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Ahok memastikan pembentukan TGUPP tak akan membengkakkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta. Sebab, anggota TGUPP dibayar sesuai dengan jabatan mereka.
"Enggak ada anggaran di situ. Sama kok gajinya sama seperti Eselon II," ujarnya.
Ahok juga menolak jika kerja TGUPP disebut mirip Deputi Gubernur atau Sekretaris Daerah (Sekda).
"Deputi kan terlalu banyak seremonial. Kalau Sekda (sekretaris daerah) kan terbatas. Kalau ada tim itu, ada apa-apa tugasin ke mereka, jadi mereka yang monitor," ujar mantan Bupati Belitung Timur ini.
Berita Terkait
-
Marak Penyusup di Event Lari! 300 Personel Dikerahkan Amankan Rute Lari Pancasakti Run 2026
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Ayah Bunga Zainal Meninggal, Ahok Kirim Karangan Bunga Duka Cita
-
Membaca Ulang Keberagaman di Indonesia dalam Buku Ahok Koboi Jakarta Baru
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami