Suara.com - Bencana alam yang datang akhir-akhir ini, seperti banjir dan gunung meletus, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Anak-anak pun sangat merasakannya, sebab pendidikan mereka menjadi terganggu. Bantuan untuk mengembalikan pendidikan anak, terutama yang ikut mengungsi, sangat dibutuhkan.
Hal tersebut disampaikan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), baru-baru ini. JK menyatakan bahwa masalah yang dihadapi anak-anak pengungsi adalah perbedaan situasi di rumah dengan di pengungsian.
“Situasi bencana tentu (mengganggu pendidikan mereka). Mereka tinggal di pengungsian tidak sama dengan tinggal di rumah,” ujar JK.
Menurut JK, yang kini dibutuhkan anak adalah buku-buku pelajaran dan buku tulis. Dalam hal ini, katanya, pemerintah melalui kementerian pendidikan dan masyarakat secara umum harus mengambil peran untuk memberikan bantuan.
“Yang harus disiapkan adalah buku-buku. Pemerintah dan masyarakat membantu dengan buku-buku. Pemerintah atau Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yang harus mengatasi,” kata JK.
Selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), JK mengatakan PMI telah menyalurkan bantuan, berupa baju sekolah.
Menurutnya, bantuan seperti itu perlu diberikan agar mereka yang kekurangan karena terkena dampak bencana tidak merasa berbeda dengan yang tidak terdampak.
“Kita (PMI) sudah bantu dengan baju sekolah, jangan sampai merasa kekurangan dan berbeda dengan yang lain,” katanya.
Ditanya mengenai kesiapan anak-anak didik untuk menghadapi ujian nasional pada sekitar bulan April dan Mei, JK menyatakan bahwa hal itu tak perlu dikhawatirkan. Sebab, pada bulan-bulan tersebut, situasi sudah kembali normal sehingga proses ujian dapat berjalan normal pula. Karena itu, kata JK, bantuan buku-buku saat ini sangat diperlukan.
“Waktu bulan-bulan itu (April-Mei) semua sudah akan normal, jadi (ujian) tidak akan terganggu. Makanya, yang perlu diberikan ya buku-buku. Di tempat pengungsian pun (mereka) bisa membaca dan membikin tugas-tugas,” kata JK.
Berita Terkait
-
Harry Potter and the Sorcerer's Stone: Langkah Awal Harry Lawan Kegelapan!
-
Soroti Gaza di Hari Iduladha, JK: Dunia Harus Bersatu Rehabilitasi Palestina
-
Milad ke-84 Jusuf Kalla, Anies Baswedan: Ambon, Poso, dan Aceh Adalah 'Sidik Jari' Pak JK
-
Tanggapi Isu Penistaan Agama yang Serang JK, Sudirman Said: Saksi Hidup Beliau Terlalu Banyak
-
JK Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Pikiran Beliau Masih Sangat Diperlukan Bangsa Ini
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
-
Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II
-
Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi
-
Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi
-
Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara
-
Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia
-
Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis