Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menilai tugas Inspektorat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum efektif. Inspektorat bertugas sebagai pengawasan internal pemerintahan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
"Yah, kalau efektif tidak akan ada kekeliruan, kalau ada penyimpangan, masih ada korupsi yah berarti belum dong," kata Jokowi ketika dimintai tanggapan kasus pengadaan bus baru Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Bus Tranjakarta (BKTB) yang ternyata sudah rusak, di Balaikota, Jakarta, Kamis (20/2/2014).
Kemudian Jokowi membantah bila Inspektorat kebobolan dalam menangani kasus bus baru yang sudah rusak itu. Jokowi telah memerintahkan Inspektorat untuk investigasi dan menemukan dugaan adanya mark-up dalam pengadaan bus.
"Yah itu kan belum (mark up), baru dicek, kok disebut bobol. Cuma, artinya Inspektorat itu (harusnya) mendampingi terus, upayanya itu preventif. Sebelum kejadian mereka itu seharusnya memberitahu dulu, menginfo bahwa ini keliru dan enggak benar. Seharusnya tidak boleh seperti itu kan (inspektorat) ini (sifatnya) internal," kata Jokowi.
"Tapi kalau sudah kejadian udah masuk wilayah hukum, yah wilayah hukum," tambah mantan Walikota Solo.
Jokowi menambahkan, dalam proses investigasi kasus bus baru Transjakarta dan BKTB, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Yah kalau komplit, kemarin udah ke saya dan katanya mau ke BPKP yah itu lebih baik lagi. Kemarin sudah ke saya tapi kalau ingin gandeng BPKP yah sudah itu lebih baik lagi," kata Jokowi.
Jokowi mendorong masyarakat yang menginginkan kasus ini terbongkar untuk membawa ke ranah hukum, seperti KPK. "Ya enggak apa-apa," tuturnya.
Berita Terkait
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
Reshuffle Kabinet Terkini, Kenapa Prabowo Pilih Senin Wage dan Tinggalkan Tradisi Rabu Pon Jokowi?
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Tercekik Harga BBM, Transjakarta Siap Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
-
Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur
-
Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran