Suara.com - Dari total 267 kelurahan (44 kecamatan) di Ibukota Jakarta, menurut data Indeks Potensi Kerawanan Sosial (IPKS) 2013 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, 10 kelurahan di antaranya memiliki tingkat potensi kerawanan sosial yang tinggi.
"10 kelurahan yang memiliki potensi kerawanan sosial tinggi merupakan wilayah yang tidak aman," kata Kepala BPS DKI Jakarta Nyoto Widodo di Balai Kota Jakarta, Senin (3/3/2014).
Indikator yang digunakan untuk menyusun data IPKS ialah tingkat kemiskinan yang tinggi, rawan banjir, rawan kebakaran, rawan kriminalitas, kawasan yang tidak sehat karena banyak kasus demam berdarah dengue (DBD), banyak tumpukan sampah, dan pemukiman kumuh.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menambahkan, Pemerintah Jakarta akan menelaah temuan BPS, untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti.
Namun, Ahok memiliki beberapa pertanyaan tentang data survei BPS. Misalnya, ada beberapa tempat yang selama ini dimasukkan kategori baik, namun ternyata dalam survei BPS dianggap memiliki tingkat kerawanan sosial yang tinggi.
"Itu mesti kita lihat, ada daerah sulit tapi lurah-camatnya melayani. Ada juga yang lurahnya sama-sama main, sama-sama gendeng," tuturnya. "Ada juga wali kota yang ngasih nilai tinggi, seperti di Jakarta Barat, semua (lurah-camat) dikasih A semua, terlalu baik nilainya. Ada juga yang pelit ngasih nilai B di Wali Kota Jakarta Utara. Saya memang tahu kerjanya enggak beres, enggak memuaskan, karena itu kita kombinasi."
Sepuluh kelurahan yang masuk dalam data IPKS, meliputi:
1. Kelurahan Kampung Rawa di Jakarta Pusat dengan potensi kerawanan sosial mencapai 44,78 %.
2. Kelurahan Kali Baru di Jakarta Utara dengan IPKS mencapai 44,34 %.
3. Kelurahan Penjaringan di Jakarta Utara dengan indeks 43,21%.
4. Kelurahan Galur di Jakarta Pusat dengan indeks 43,11%.
5. Kelurahan Kampung Melayu di Jakarta Timur dengan indeks 41,87 %.
6. Kelurahan Ancol di Jakarta Utara dengan indeks 40 %.
7. Kelurahan Tanah Tinggi di Jakarta Pusat dengan indeks 39,73 %.
8. Kelurahan Kartini di Jakarta Pusat dengan indeks potensi kerawanan sosial mencapai 38,97 %
9. Kelurahan Manggarai di Jakarta Selatan dengan indeks 37,66 %.
10. Kelurahan Lagoa di Jakarta Utara dengan indeksnya mencapai 37,45 %.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami