Suara.com - Vietnam mengurangi tim pencarian dan penyelamatan bagi pesawat Malaysia Airlines mulai hari Rabu (12/3/2014). Vietnam menghentikan pencarian dengan menggunakan kapal laut.
"Kami masih mempunyai rencana pencarian dengan beberapa kali penerbangan hari ini, sementara aktivitas lain akan kami hentikan," kata Wakil Menteri Transportasi Pham Quy Tieu, yang bertindak sebagai tim pencari Vietnam.
Menurut Tieu, pencarian dengan menggunakan kapal laut dihentikan. Tieu juga mengatakan pihaknya telah meminta kepada otoritas Malaysia terkait informasi soal pesawat Malaysia Airlines yang berganti arah. Namun, Tieu mengaku belum mendapat jawaban dari otoritas Malaysia.
Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 hilang kontang dengan pusat kendali lalu lintas udara sejak Sabtu (8/3/2014) dini hari. Operasi pencarian yang telah memasuki hari ke empat belum juga menemukan pesawat yang mengangkut 227 penumpang dan 12 kru tersebut. (Reuters)
Berita Terkait
-
Cina: Tak Ada Bukti Benda Misterius Itu Jejak Malaysia Airlines
-
Periksa 3 "Benda Terapung", Malaysia Kirim Pesawat
-
DJ Una Doakan Semua Penumpang Malaysia Airlines Selamat
-
Seorang Pelajar AS Ungkap Teori Penyebab Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines
-
Setelah Hilang Kontak, Pesawat Malaysia Airlines Masih Terbang Sejauh 514 KM
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa
-
Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif
-
Hakim yang Vonis Nadiem Makarim Dilaporkan ke KY, Ada Bukti Rekaman Ketiduran Saat Sidang
-
Polisi Ungkap Peran 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Satpam dan Petugas Kebersihan
-
Wamensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Wilayah 3T Saat Terima Audiensi DPRD Teluk Wondama
-
Cerita Mahasiswa UI di DPR, Ada Akademisi Dicekal Masuk Kampus Akibat Intervensi Politik
-
Gubsu Bobby Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Sumut Catat Surplus Rp521,494 M
-
Siap-siap Biaya Haji 2027 Naik! Hati-hati Pelayanan Jemaah Jadi Korban Jika Anggaran Dipangkas
-
Disambut Jet Tempur dan Jabat Erat Prabowo, PM India Terpukau Tari Betawi
-
Bukan Granat Aktif! Benda di Drone Teror Advokat Depok Hanya Replika