- Guru Besar UNJ Hafid Abbas mengkritik ketimpangan kualitas perguruan tinggi yang masih tersentralisasi di Pulau Jawa pada Senin.
- Sebanyak 99,5 persen perguruan tinggi berkualitas berada di Pulau Jawa, sehingga menciptakan jurang pemisah penguasaan ilmu pengetahuan.
- Abaikan elite terhadap pemerataan pendidikan ini berisiko mengancam kualitas masa depan sumber daya manusia di seluruh Indonesia.
Suara.com - Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Hafid Abbas, melontarkan kritik pedas terkait potret buram pendidikan tinggi di Indonesia.
Ia menyoroti ketimpangan drastis sebaran perguruan tinggi bermutu yang masih tersentralisasi di Pulau Jawa.
Hafid menilai, kondisi ini telah menciptakan jurang pemisah yang lebar dalam penguasaan ilmu pengetahuan di tanah air.
"Ini ada kesenjangan pengetahuan atau knowledge gap," cetus Hafid dalam podcast di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Senin (6/7/2026).
Eks Ketua Komnas HAM ini bahkan memberikan tantangan terbuka untuk melihat realita di lapangan.
Ia mempertanyakan daerah mana di luar Pulau Jawa yang mampu memiliki tiga perguruan tinggi berkualitas sekaligus dalam satu lingkup kabupaten atau kota.
"Paling hanya Makassar dan Padang. 99,5 persen perguruan tinggi berkualitas hanya ada di Jawa," tegasnya.
Hafid menengarai, mandeknya pemerataan kualitas pendidikan ini disebabkan oleh sikap abai para elite dan pengambil kebijakan.
Menurutnya, ada kesan ketidakpedulian terhadap fakta ketimpangan yang sudah di depan mata.
Baca Juga: Pendidikan Tinggi Sedang Sekarat, Kenapa Negara Malah Sibuk Urus Makan Gratis?
Padahal, berkaca pada negara maju, pendidikan adalah fondasi utama. Hafid mencontohkan kebijakan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas super prioritas.
Di sana, pendidikan dipandang bukan sekadar sekolah, melainkan mesin penggerak pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
Hafid memperingatkan, jika pola pikir para pembuat kebijakan tidak segera berubah dan kesenjangan ini terus dibiarkan, masa depan SDM Indonesia menjadi taruhannya.
Ia khawatir pendidikan akan gagal menjalankan fungsinya untuk melahirkan masyarakat yang berkualitas.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
-
Gus Ipul Minta Kepala Sekolah Rakyat Utamakan Empati, Integritas, dan Anti-Bullying
-
Bukan Cuma Oligarki, Hafid Abbas Ungkap 2 Pihak Lain yang Jadi Sumber Malapetaka Bangsa
-
Keras! Guru Besar UNJ Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi 'Proyek Berbagi Keuntungan'
-
Lebih dari 16 Ribu Lulusan SD di Tangsel Tak Kebagian SMP Negeri saat SPMB 2026
-
Pendidikan Tinggi Sedang Sekarat, Kenapa Negara Malah Sibuk Urus Makan Gratis?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif
-
Hakim yang Vonis Nadiem Makarim Dilaporkan ke KY, Ada Bukti Rekaman Ketiduran Saat Sidang
-
Polisi Ungkap Peran 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Satpam dan Petugas Kebersihan
-
Wamensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Wilayah 3T Saat Terima Audiensi DPRD Teluk Wondama
-
Cerita Mahasiswa UI di DPR, Ada Akademisi Dicekal Masuk Kampus Akibat Intervensi Politik
-
Gubsu Bobby Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Sumut Catat Surplus Rp521,494 M
-
Siap-siap Biaya Haji 2027 Naik! Hati-hati Pelayanan Jemaah Jadi Korban Jika Anggaran Dipangkas
-
Disambut Jet Tempur dan Jabat Erat Prabowo, PM India Terpukau Tari Betawi
-
Bukan Granat Aktif! Benda di Drone Teror Advokat Depok Hanya Replika
-
Prabowo Bakal Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB, Seluruh Pimpinan Parpol Diundang!