Suara.com - Dua negara Asia Tengah, Kazakhstan dan Kyrgyzstan yang areanya diduga menjadi salah satu koridor yang dilintasi pesawat MH370, Senin (17/3/2014), menyatakan tidak mendeteksi adanya pesawat tak dikenal yang melintasi wilayah udara mereka pada Sabtu (8/13/2014) lalu.
Pernyataan tersebut semakin menipiskan kemungkinan bahwa pesawat Malaysia Airlines yang hilang telah menyimpang arah ke koridor utara melalui Thailand.
Pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang membawa 239 penumpang termasuk kru itu, secara hipotesa bisa mencapai wilayah udara Kazakhstan, namun jika itu terjadi pasti sudah bisa dideteksi di sana, kata Komite Penerbangan Sipil Kazakhstan dalam pernyataannya yang dikirim ke Reuters.
"Kalaupun semua peralatan dalam pesawat tersebut dimatikan, tidak mungkin untuk terbang masuk tanpa suara," demikian pernyataan yang ditandatangani oleh wakil kepala komite Serik Mukhtybayev.
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada Senin menelepon Presiden Kyrgyzstan, Almazbek Atambayev, dan mengatakan bahwa rute pesawat yang menyimpang itu kemungkinan melintasi negara tersebut, demikian pernyataan kantor kepresidenan.
Najib Razak meminta Presiden Kyrgyzstan untuk memberikan informasi yang bisa membantu penyelidikan, katanya.
Otoritas penerbangan sipil Kyrgyzstan menyingkirkan kemungkinan pesawat tersebut hilang di dalam atau dekat wilayah Kyrgyzstan.
"Tidak, pesawat ini tidak terbang melintasi wilayah Kyrgyzstan," kata Dair Tokobayev, wakil presiden bandara sipil utama Manas di dekat ibukota Bishkek.
"Kami memiliki dua pangkalan udara militer --satu milik AS dan satu Rusia-- yang dilengkapi dengan peralatan radar yang sangat serius sehingga mereka bisa mendeteksi pesawat ini,"kata CEO MAS Ahmad Jauhari Yahya.
Dia juga mengatakan tidak diketahui secara persis kapan salah satu sistem pelacak otomatis dimatikan, bertentangan dengan pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan pemerintah sebelumnya. (Reuters/Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
Terkini
-
Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
-
Eks Menkumham hingga Ketua MK Ajukan Amicus Curiae Bela Tian Bahtiar, Singgung Kebebasan Pers
-
Putus Rantai Stunting, PAM JAYA Bekali Ibu di Jakarta Edukasi Gizi hingga Ketahanan Air
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
SBY Bawakan Lagu Hening di Perayaan Imlek Demokrat: Izinkan Seniman Ini Bicara
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
KPK Minta Menag Nasaruddin Umar Klarifikasi Jet Pribadi OSO: Jangan Tunggu Dipanggil
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
-
Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai
-
Respons Teror ke Ketua BEM UGM, Mensesneg: Kritik Sah Saja, Tapi Kedepankan Adab Ketimuran