Suara.com - Pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapatkan bonus atas prestasinya menjuarai All England Super Series Premier 2014 di Birmingham, Inggris. Pasangan ganda campuran Indonesia ini mendapat bonus ganda dari PB Djarum dan sponsornya blibli.com.
Dari PB Djarum pasangan ini mendapat bonus masing-masing Rp200 juta, sedangkan dari blibli.com yang menjadi sponsor saat turun di kejuaraan bulu tangkis tertua di dunia itu, pasangan yang akrab dipanggil Owi/Butet ini masing-masing mendapatkan Rp100 juta.
"Bonus ini adalah bentuk apresiasi dan komitmen kami dalam mendukung atlet untuk meraih prestasi. Harapan kami prestasi mereka terus naik," kata Program Director Bhakti Olahraga Djarum, Yoppy Rosimin di sela pemberian bonus di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa.
Khusus untuk bonus dari blibli.com diberikan kepada pasangan Owi/Butet setelah mampu mencetak hattrick atau tiga kali kemenangan beruntun pada salah satu ajang bergengsi di dunia. Sebelumnya pasangan ini juara pada edisi 2012 dan 2013.
Menurut dia, apresiasi dan komitmen yang diberikan kepada atlet merupakan sebuah rutinitas jika atlet mampu memberikan hasil yang terbaik bagi negara. Apalagi prestasi olahraga di Indonesia saat ini terus disorot karena terus mengalami penurunan prestasi.
Bonus masing-masing sebesar Rp200 juta juga berikan kepada pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Hanya saja antara Hendra dan Ahsan mendapatkan bonus dari sumber yang berbeda. Jika Hendra dari PB Jaya Raya sedangkan Ahsan dari PB Djarum Kudus.
"Ini adalah bentuk apresiasi kepada atlet yang berprestasi. Kami berharap dengan adanya bonus bisa merangsang pemain untuk lebih baik lagi dan memunculkan minat pemain muda untuk berlatih bulutangkis," kata perwakilan PB Jaya Raya, Agus Lukita.
Pemberikan bonus kepada dua pahlawan Indonesia di All England ini terasa begitu istimewa. Beberapa atlet Indonesia yang pernah meraih medali kejuaraan tertua di dunia itu juga hadir. Sebut saja Tan Joe Hok, Imelda Wiguna, Kartono, Sigit Budiarto hingga Heriyanto Arbi.
Selain itu, pemberian bonus juga dihadiri oleh orang terdekat masing-masing pemain seperti orang tuan Tontowi Ahmad yang datang langsung dari Banyumas Jawa Tengah, keluarga Liliyana Natsir, keluarga Hendra Setiawan maupun Mohammad Ahsan.
"Terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada kami. Kami berharap bonus ini bisa memacu kami untuk lebih berprestasi lagi," kata perwakilan atlet, Tontowi Ahmad.
Setelah turun di All England, pasangan ganda campuran Tontowi/Liliyana akan fokus untuk menghadapi Asian Games 2014 dan Kejuaraan Dunia, sedangkan pasangan Hendra/Ahsan akan fokus persiapan Piala Thomas 2014 serta Asian Games di Incheon Korea. (Antara)
Berita Terkait
-
Ada yang Tembus Semifinal, PBSI Apresiasi Pebulu Tangkis Muda di All England 2026
-
Gagal Penuhi Target di All England 2026, PBSI Evaluasi Tim Indonesia
-
All England 2026: Dapat Pelajaran Berharga, Raymond/Nikolaus Ingin Tiru Pasangan Korsel
-
All England 2026: Tanpa Status Unggulan, Ganda Campuran Buat Kejuaran dengan Meraih Juara
-
All England 2026: Setelah 9 Final Gagal, Wang Zhi Yi Akhirnya Taklukkan An Se-young
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk