Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama (Ahok) kaget ketika dia menuju ruangan kerjanya di Balaikota lantaran banyak jurnalis yang menunggunya. Melihat hal ini dia langsung menyindir para jurnalis.
"Lho kok ramai di sini, gara-gara presidennya nggak ada ya," sindir Ahok di Balaikota, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Presiden yang dimaksud ada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Jokowi memang sudah mendeklarasikan diri menjadi calon presiden (Capres) dari Partai PDI Perjuangan.
Tidak seperti biasanya jurnalis yang meliput Ahok lebih banyak. Biasanya, tidak banyak kamera TV meliputnya. Namun hari ini, sejumlah kamera TV menyorot wajah Ahok.
Jokowi sejak pagi menjadi juru kampanye (Jurkam) PDI Perjuangan untuk kampanye di sejumlah tempat di Pulau Jawa.
Lagi-lagi, Ahok menyindir jurnalis yang hadir. Menurutnya, cuti Jokowi bukan kali ini saja. Namun, sudah sering Jokowi mengajukan cuti untuk menjadi jurkam dalam Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) di sejumlah tempat.
"Kemarin-kemarin juga sudah cuti, tahun lalu juga sudah cuti. Dari pemilukada lalu sudah cuti, cuma nggak senstitf saja, capres baru sensitif. Tahun lalu juga sudah cuti melulu," tutur Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Indonesia Dinilai Terjebak 'Carbon Lock-in', Mengapa Target Energi Bersih Berisiko Sulit Tercapai?
-
Habis Serang AS, IRGC Iran Hasut Warga Yordania: Bebaskan Tanah Islam dari Penjajah Amerika
-
Militer AS 'Berencana' Langgar Konvensi Jenewa 1949, Ancam Stabilitas Dunia
-
Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?
-
Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel
-
Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus
-
Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara
-
Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan
-
Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita
-
Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong