Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama (Ahok) berkeras agar dinas terkait segera menerima dan mengoperasikan 30 unit bus berbahan bakar solar yang diberikan perusahaan swasta.
Sebelumnya sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi Jakarta menolak bus sumbangan itu dengan alasan tidak menggunakan bahan bakar gas.
Penolakan itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 2/2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, yang salah satu pasalnya mengharuskan kendaraan operasional Pemprov DKI Jakarta dan transportasi umum di Jakarta harus menggunakan bahan bakar gas.
"Bukan tidak setuju menggunakan bus bahan bakar gas, saya sangat setuju pakai gas. Sekarang kan Anda butuh bus, tapi ngotot pakai gas. Ada pepatah kuno, kalau tidak ada kerbau buat membajak, kuda pun jadi. Kalau tidak dimulai kapan ada bus," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta, Jumat (28/3/2014).
Dia mengatakan kalau penolakan itu tidak beralasan karena stasiun pengisian gas saat ini di Jakarta belum mencukupi, sementara pemda justru membutuhkan bus.
“SPBG cuma 11, mau diisi air kencing?” ujar Ahok.
Karena itu, menurutnya, ketimbang menunggu lama semua bus transportasi di Jakarta berbahan bakar gas, lebih baik menerima bus sumbangan dari perusahaan swasta tadi, meskipun berbahan bakar solar.
"Kita butuh 45 SPBG dan itu terjadi paling cepat 2017, kalau sudah datang 3 ribu atau 4 ribu bus, terus anda mau isi pakai apa," kata Ahok dengan nada keras dan muka memerah.
Ahok juga merasa heran izin bus sumbangan berbahan bakar solar tadi dipersulit. Tapi, bus pariwisata bermesin asal Cina merek Wei Chai dan menggunakan bahan bakar solar tetap diterima Pemprov DKI.
"Orang sumbang bus tidak boleh jalan. Padahal bus pariwisata pakai solar. Kendaraan dinas pakai solar, alasan mereka tidak jelas," terang Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah
-
Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja
-
Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan
-
Masih Ada BPR yang Bakal Ditutup, Bagaimana Nasib Tabungan Nasabah?