Suara.com - Pelaksana tugas Menteri Transportasi Malaysia Hishammudin Hussein mengatakan, kapal pencari pesawat Malaysia Airlines MH370 berhasil mendeteksi suara dari bawah laut yang konsisten dengan “ping” dari kotak hitam pesawat. Menurut Hussein, informasi dari satelit tidak mengindikasikan atau memperlihatkan tentang penumpang yang selamat.
“Kami tetap berharap dan berdoa ada yang selamat. Kami hanya bisa berharap,” ujar Hussein.
Sementara itu, ketua tim pencari MH370 dari Australia, Angus Houston mengatakan, perlu waktu beberapa hari untuk memastikan apakah sinyal yang dideteksi oleh kapal Australia itu berasal dari kotak hitam milik MH370. Menurut dia, temuan ini sangat penting dalam kelanjutan pencarian MH370.
Setelah melakukan pencarian selama satu bulan tanpa ada hasil, informasi ini memberikan harapan baru bahwa dua kotak hitam tersebut bisa membuka tabir penyebab hilangnya MH370 sejak Sabtu (8/3/2014) lalu.
“Kami dengan sangat hati-hati berharap ada perkembangan positif baru dalam beberapa hari, atau mungkin dalam hitungan jam. Ini informasi yang paling menjanjikan dalam proses pencarian, bisa juga dikatakan informasi paling penting yang kami miliki. Kami punya indikasi visual di layar dan juga sinyal audio,” kata Houston. (Dailymail)
Berita Terkait
-
Namai Minumannya "Flight MH370", Sebuah Kedai Minum Dikritik
-
Sinyal Temuan Ocean Shield Konsisten dengan "Black Box" MH370
-
6 Alasan yang Meragukan Temuan Sinyal Berasal dari MH370
-
4 Alasan Pendukung Temuan Denyut Sinyal Berasal dari MH370
-
Pusat Koordinasi Pencarian MH370 Berharap Cuaca Hari Ini Mendukung
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara
-
Curhat Nadiem Usai Dituntut 18 Tahun: Saya Patah Hati karena Sangat Cinta Negara Ini
-
Biar Nggak Merasa Ketipu, Ini Alasan Hukum Kenapa Kuota Internet Kamu Hangus Saat Masa Aktif Habis