Suara.com - Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan akan menuntut Twitter atas tuduhan penggelapan pajak.
Twitter adalah sosial media yang digunakan oleh kelompok oposisi untuk menyebarkan sejumlah bocoran tentang adanya dugaan skandal korupsi yang dilakukan kalangan dekat Erdogan.
"Twitter, YouTube, dan Facebook adalah perusahaan internasional yang didirikan untuk mendatangkan keuntungan. Dan Twitter pada saat yang sama adalah penggelap pajak. Kami akan menindaklanjuti hal ini," tegas Erdogan saat menyampaikan pidato di stasiun televisi lokal, Sabtu (12/4/2014), waktu setempat .
Pada 20 Maret lalu pemerintah Turki memblokir akses terhadap sejumlah sosial media. Kecaman kemudian muncul dari sejumlah negara sekutu Turki di NATO dan kelompok pembela hak asasi manusia yang menilai kebijakan tersebut sebagai langkah mundur bagi demokrasi.
Peradilan tertinggi Turki lalu membatalkan putusan tersebut, karena dinilai melanggar hak kebebasan berpendapat dan mengharuskan pemerintah membuka kembali akses terhadap Twitter pada 3 April.
Pada Sabtu ini, Erdogan kembali mengkritik putusan hakim tersebut. "Kami mematuhi keputusan pengadilan dalam persoalan tersebut, namun saya harus kembali mengatakan bahwa saya tidak menghormatinya," tegasnya.
Erdogan mengkritik Mahkamah Konstitusi, karena dinilai lebih mengutamakan kepentingan perusahaan asing ketimbang membela negaranya sendiri.
Sebagian besar dari 12 juta pengguna Twitter di Turki sendiri masih bisa mengakali pemblokiran tersebut. Mereka mengirim kicauan dengan SMS atau dengan menyesuaikan pengaturan koneksi internetnya.
Pada pekan lalu, pemerintah mengatakan akan tetap memblokir situs YouTube meskipun dua hakim dalam peradilan terpisah telah membatalkan kebijakan tersebut.
Kebijakan pemblokiran sejumlah situs sosial tersebut diperintahkan oleh Erdogan menjelang pemilu daerah pada 30 Maret lalu. Pada pemungutan suara tersebut, partai Erdogan berhasil menang meskipun diterpa oleh sejumlah tuduhan korupsi. (Antara/AFP)
Berita Terkait
-
Cara Bayar Pajak Motor Online 2026 Lewat HP, Praktis Tanpa Antre di Samsat!
-
Sasar Orang Kaya 'Nakal', Bea Cukai Jakarta Segel 29 Kapal Yacht Mewah
-
Penampakan Gunungan Uang Rp11,42 Triliun, Hasil Denda hingga Tipikor
-
Pamer Saldo Nyaris Rp1 M Diduga Editan AI, Cewek Ini Diburu Ditjen Pajak
-
Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Indodax Sumbang Hampir Setengahnya
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang
-
Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi