Suara.com - Calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Amanat Nasional Hanafi Rais mangkir untuk diklarifikasi tentang kepemilikan Rp510 juta yang disita polisi, beberapa waktu lalu. Ketua Panwaslu Gunung Kidul Buchori Ichsan, Senin (14/4/2014) mengatakan yang bersangkutan tidak datang memenuhi panggilan Panwaslu.
"Hari ini, Panwaslu menjadwalkan pemeriksaan Hanafi Rais dan caleg DPRD DIY dari PAN Arif Setiadi, tapi yang bersangkutan tidak datang. Hanafi Rais telepon, katanya tidak bisa datang karena ada acara ke luar kota," kata Buchori.
Buchori mengatakan Panwaslu akan kembali memanggil Hanafi Rais dan Arif Setiadi. Rencananya mereka akan menjalani pemeriksaan pada Selasa (15/4/2014) di kantor Bawaslu DIY. Pemanggilan kedua yang dilakukan di Bawaslu untuk memudahkan koordinasi.
"Pemeriksaan di Bawaslu DIY untuk mempermudah proses pemeriksaan dan harapannya cepat diselesaikan," katanya.
Dia mengatakan fokus pemeriksaan terkait uang Rp510 juta, dan sejumlah atribut PAN serta dokumen yang ditemukan ada pada Hanafi Rais dan Arif Setyadi. "Pemeriksaannya terkait dengan politik uang, atau tidak dengan penyelenggaraan pemilu," kata dia.
Ketua Bawaslu DIY Muhammad Najib mengatakan pemanggilan kedua politisi PAN itu baru sebatas klarifikasi. "Kami masih memproses klarifikasi, belum bisa menyampaikan lebih jauh," katanya.
Ia mengatakan ada indikasi uang yang disita Rp510 juta oleh Polres Gunung Kidul merupakan uang saksi, sehingga uang itu bukan berarti untuk politik uang."Perlu ada bukti dan saksi kalau ada politik uang. Hasil akhirnya, akan diputuskan setelah meminta klarifikasi kepada Hanafi Rais dan Arif Setyadi," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan