Suara.com - Salah satu tas mencurigakan yang ditemukan di peringatan satu tahun bom Boston ternyata berisi alat penanak nasi (rice cooker) yang dipenuhi dengan konfeti alias potongan-potongan kertas. Tas tersebut dibawa oleh seorang mahasiswa Institut Teknologi Busana yang diduga hendak melakukan "aksi seni".
Menurut pengakuan Kayvon Edson, tersangka pembawa tas yang ditahan polisi, tas yang ia tinggalkan hanya berisi rice cooker dengan konfeti di dalamnya. Kendati begitu, tim penjinak bom tetap meledakkannya sebagai langkah antisipasi.
Sebuah tas lain yang ditemukan di lokasi ternyata bukan milik Edson. Kabarnya, tas tersebut adalah milik seorang awak media yang tidak sengaja tertinggal di sekitar tempat itu.
Beberapa kawan menuliskan komentarnya di laman Facebook Edson. Dari komentar-komentar mereka, muncul dugaan bahwa aksi yang dilakukan Edson sebenarnya tidak lebih dari aksi seni. Namun, tetap saja Edson, yang datang ke lokasi tanpa alas kaki dan dengan pakaian kerudung hitam diamankan polisi. Dirinya dijerat dengan tuduhan menggangu ketertiban dan kepemilikan perangkat tipuan. (Dailymail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Perkuat Pengawasan Orang Asing di Bali, Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata
-
Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut
-
Tragis! Gagal Salip Bus, Pemotor di Jakarta Barat Tewas Terlindas di Flyover Pesing
-
Zulhas Pastikan Stok Beras Aman hingga 2027 Meski Ada Ancaman El Nino Godzilla
-
Respons Arahan Presiden, BGN Segera Operasikan 900 SPPG untuk Jangkau Daerah Terpencil
-
Tentara Angkatan Laut Bunuh Istri Sendiri, Mayatnya Disimpan di Kulkas
-
Harga Plastik Melejit, Zulhas Dorong Transisi ke Kemasan Ramah Lingkungan
-
Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Bisa Ganggu Gencatan Senjata
-
Cari Sensasi Berujung Jeruji: 3 'Bang Jago' Tawuran di Taman Sari Diciduk, Satu Pelaku Positif Sabu!
-
Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump