Suara.com - Pemilihan anggota legislatif di pemilihan umum 2014 pada 9 April silam rupanya menciptakan hiruk pikuk tersendiri di media sosial, seiring semakin jamaknya kampanye politik di media sosial dan panggung digital lainnya.
Menurut pantauan Facebook, yang menganalisis percakapan di media sosial itu hingga 16 April kemarin, dari puncak percakapan tentang pemilu 2014 terjadi pada 8 April, ketika kata "coblos" dan "nyoblos" ramai disebut di lini massa.
Tetapi yang paling unik dari temuan Facebook adalah soal popularitas Joko Widodo. Meski panggilannya, "Jokowi", menjadi nama yang paling sering disebut di Facebook, tetapi laman resminya di media sosial itu rupanya sangat jarang dikunjungi oleh pengguna internet.
Laman resmi Jokowi justru kalah dari laman resmi kandidat presiden lain seperti Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, atau Hary Tanoesoedibjo.
Fakta ini menarik karena calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu selalu unggul dalam berbagai jajak pendapat yang digelar oleh beberapa lembaga survei politik di Tanah Air. Tidak hanya itu, Jokowi juga populer di Twitter, seperti yang diungkap oleh lembaga riset internet Politicawave.
Laman Facebook resmi atau fan page sendiri penting karena di dalamnya para kandidat presiden biasanya menyampaikan visi, misi, dan program-program mereka jika terpilih sebagai presiden dalam pemilihan umum 9 Juli mendatang.
Seperti yang diungkapkan Facebook dalam siaran persnya, Kamis (17/4/2014), laman resmi Jokowi hanya punya sekitar 31.500 fans dan dibicarakan kurang dari 30.000 kali. Bandingkan dengan Prabowo yang laman Facebooknya disukai oleh lebih dari 4,7 juta pengguna Facebook.
Berikut adalah daftar laman resmi kandidat presiden dengan interaksi tertinggi di Facebook:
Berita Terkait
-
Suara Golkar Jeblok, ARB Dituntut Legowo Mundur dari Capres
-
Puisi 'Raisopopo' Bikin Geger, Ini Tanggapan Fadli Zon
-
Capres-Cawapres PDI Perjuangan Diibaratkan seperti Dua Orang Gotong Lemari
-
Suara Demokrat Jeblok, Dino Legowo Bila Tak Terpilih di Konvensi Capres
-
Selain Jokowi, Ada Nama Iwan Fals dan WS Rendra di Soal UN
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'