Suara.com - Aparat Polrestabes Surabaya menangkap mantan pegawai negeri sipil (PNS) yang pernah berdinas di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. STK (58) ditangkap karena diduga memiliki dan mengedarkan ratusan lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu.
"Semula kami menerima informasi ada peredaran uang palsu. Polisi menerjunkan tim dan menelusuri laporan tersebut," ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Komisaris Polisi Suparti, kepada wartawan di Surabaya, Jumat, (18/4/2014).
Setelah dilakukan penelusuran di sejumlah tempat, polisi menangkap STK saat makan di sebuah warung di kawasan Simpang Surabaya. Dari lokasi penangkapan, polisi menyita uang palsu sebanyak 250 lembar berbagai nomor seri yang siap diedarkan. "Kami masih memeriksanya dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Sampai sekarang semua masih tahap penyidikan," kata Suparti.
Suparti mengungkapkan, sebelum menangkap tersangka, petugas menyamar sebagai calon pembeli. Tersangka yang tak menyadari pembelinya adalah polisi tidak bisa berbuat apa-apa saat disergap.
"Di tas milik tersangka ada pecahan lembaran uang palsu ratusan ribu. Dari lokasi, polisi menggelandang tersangka ke tempat tinggalnya di Blitar dan ditemukan barang bukti tambahan," katanya.
Suparti mengaku akan menelusuri dan menindaklanjuti kasus ini karena diyakini masih ada jaringan lain yang terlibat. Di hadapan penyidik, tersangka mengaku tidak mengetahui asal-usul dan pembuat uang palsu tersebut. Menurut tersangka, setahun lalu dirinya menerima titipan dari rekannya yang berada di Nganjuk.
Hanya saja, polisi tidak mau percaya begitu saja dengan pengakuan tersangka. Polisi menerima informasi uang palsu tersebut dijual ke sejumlah orang di beberapa kota. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat