Suara.com - Gubernur Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui kalau Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta kerap kecolongan terkait fungsi pengawasan sekolah di Jakarta. Pernyataan itu merespon kasus sodomi di Jakarta International School (JIS) Pondok Indah.
Jokowi mengungkapkan perlunya aksi ‘blusukan’ untuk mendeteksi permasalahan di sekolah. Dia menuding bawahannya yang cuma kongkow-kongkow di kantor ketimbang melakukan pengawasan langsung.
"Kita nih sering kedodoran soal manajemen lapangan, controling lapangan, checking lapangan, di semua hal. Mengatasinya dengan memperkuat memperketat jangan hanya duduk di kantor. Orang lapangan, orang pengawasan, orang supervisi hanya duduk di kantor saja, jadi siapa yang mau dilihat," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Senin (21/4/2014).
Dia menambahkan, Pemprov DKI tidak akan membuat tim khusus untuk ikut campur dalam kasus kejahatan seksual itu. Sebab, menurutnya sudah ada lembaga yang mengurus kasus pelecehan seksual di JIS ini.
"Tidak sedikit-dikit buat tim sedikit-dikit, buat tim. Lembaganya sudah ada semuanya, hanya memang perlu memperkuat orang yang ada di lapangan jangan sampai semuanya pengen enak, duduk-duduk di kantor duduk di tempat ber-AC dan lapangannya tidak dikuasai," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok
-
Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?
-
Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini
-
Resmi! Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas
-
Dasco dan Puan Duduk Satu Kursi Dampingi Prabowo-Mega, Sinyal Politik Apa?
-
Menkeu Purbaya: Program MBG Dihentikan Selama Libur Lebaran, Lumayan Hemat Triliunan Rupiah
-
Ubedilah Badrun Ungkap 3 Dugaan Aktor Intelektual di Balik Serangan Andrie Yunus
-
Tol MBZ Sempat Ditutup Akibat Lonjakan 270 Ribu Kendaraan, Kakorlantas: Puncak Arus Masih Tinggi