Suara.com - Manajer tim uji coba Suzuki MotoGP, Davide Brivio, mengungkapkan perkembangan proyek mereka untuk rencana kembali ke balapan MotoGP tahun depan. Meski segala persiapan terus dikerjakan dan beberapa pembicaraan dijalankan, Brivio menegaskan bahwa hingga saat ini tim tersebut belum punya kesepakatan dengan pembalap mana pun.
Sebagaimana dikutip situs MotoGP.com, Kamis (24/4/2014) waktu setempat, hal itu ditegaskan Brivio demi mementahkan spekulasi di sejumlah media belakangan, bahwa Dani Pedrosa menjadi kandidat kuat memperkuat Suzuki tahun depan. Kendati kontrak Pedrosa bersama HRC (tim Repsol Honda) akan selesai akhir musim ini, Brivio tidak mau mengkonfirmasi atau juga membantah kabar soal pembalap Spanyol itu.
"Kami masih belum punya kesepakatan apa pun dengan pembalap mana pun, dan kami (terus terang) juga belum bisa memastikan siapa nantinya yang akan jadi pembalap kami. Tentu, kami terus membicarakannya, menimbang-nimbang banyak opsi, menjalin kontak dengan para agen untuk memastikan situasi (kontrak) pada pembalap, sekaligus memaksimalkan potensi tim kami," paparnya.
"Soal Pedrosa, kami harus memastikan dulu apakah dia tertarik (bergabung). Tapi kami saat ini tidak sedang bernegosiasi dengan siapa pun. Mungkin segala sesuatunya akan mulai bergerak dalam beberapa pekan ke depan. Jelas akan sulit mendapatkan pembalap top, dan kami menginginkan pembalap terkuat yang tersedia. Kami akan melihat dulu siapa yang siap dan berminat membalap untuk tim kami. Masih sulit untuk menyebutkan nama-nama saat ini," sambung Brivio.
Meski begitu, manajer asal Italia tersebut mengakui adanya satu nama yang dipertimbangkan sebagai kandidat. "Randy de Puniet adalah salah satu dari kandidat kami. Fakta bahwa dia sudah pernah bekerja bersama kami selama dua tahun bisa menjadi nilai tambah. Kami belum menjamin apa-apa untuk Randy, tetapi dia masuk dalam daftar kandidat kami," jelasnya.
Secara tim, Suzuki sendiri memang masih terus sibuk menjalani persiapannya untuk terjun kembali ke arena balapan MotoGP tahun depan, setelah mundur di pengujung musim 2011 lalu. Usai melakukan uji coba motor di Sirkuit Austin, mereka juga akan menjalani tes di Termas de Rio Hondo (Argentina) pekan ini, serta di Phillip Island dan Catalunya (Barcelona) dalam beberapa pekan mendatang. (MotoGP.com)
Berita Terkait
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Motul Caplok Saham EMP demi Dorong Pertumbuhan Balap Endurance di Asia Pasifik
-
Update Harga Suzuki GSX-R150 April 2026: Motor Sport Paling Worth It?
-
Suzuki Ekspansi Dealer Motor Baru di Lima Kota Besar Indonesia
-
Jajal Performa Suzuki Fronx Bisa Dapat Mobil Baru
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!
-
Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI