Suara.com - Azwar, satu dari enam tersangka kasus sodomi terhadap murid Taman Kanak-Kanak (TK) Jakarta International School (JIS) meninggal dunia setelah menenggak cairan kimia untuk membersihkan kerak lantai di toilet Polda Metro Jaya pada Sabtu (26/4/2014). Pekerja outsourcing JIS itu meninggal, padahal proses penyelidikan kasus sedang berjalan.
Agar kasus itu tidak terulang lagi, polisi mengimbau kepada lima tersangka lainnya agar saling memperhatikan.
"Kami memesan kepada sesama tahanan yang ada di situ untuk saling menjaga dan menginformasikan bila ada kejadian aneh yang bakal terjadi di situ," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jumat (9/5/2014).
Selain itu, polisi juga akan lebih mengintensifkan jadwal pengawasan terhadap para tahanan.
"Iya, tentunya jadwal kunjung dari petugas tahanan lebih intensif, lebih rapat lagi ya waktunya," kata Rikwanto.
Wujud antisipasi lainnya lagi ialah dengan menyingkirkan semua bahan kimia yang biasa diletakkan di dalam toilet.
"Untuk barang-barang berbahaya kami singkirkan dulu, walaupun untuk pembersihan, namun kami amankan dulu," kata dia.
Azwar meninggal dunia di Rumah sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur, setelah minum cairan kimia di toilet penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya.
Sementara itu, lima rekan Azwar, saat ini kondisinya sehat-sehat saja di tahanan Polda Metro Jaya. Polisi masih memeriksa mereka untuk mengungkap kasus kejahatan seksual di sekolah bertaraf internasional yang terletak di Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional