Suara.com - Pemerintah Malaysia berjanji akan mempublikasi data satelit Inmarsat yang dipakai sebagai petunjuk pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370. Rencana publikasi data itu menyusul permintaan dari keluarga penumpang dan kru agar bisa dilakukan analisis secara independen.
"Penting bagi kami untuk menyediakan informasi berguna kepada ahli waris dan masyarakat umum, termasuk data komunikasi beserta penjelasan yang relevan agar pembaca bisa memahami data yang diberikan," bunyi pernyataan yang disampaikan pemerintah Malaysia.
Pemerintah menegaskan bahwa data itu hanyalah satu dari sekian banyak elemen dalam penyelidikan. Sayangnya, tidak disebutkan kapan dan bagaimana data tersebut akan dipublikasikan.
Rencana publikasi itu muncul setelah awal bulan ini keluarga penumpang dan kru MH370 mendesak Malaysia, Cina dan Australia untuk kembali memeriksa keakuratan data Inmarsat. Mereka merasa perlu ada campur tangan pihak ketiga untuk memeriksa data tersebut. Mereka berharap ada pihak lain yang bisa membantu mereka menemukan pesawat tersebut.
Selama ini, pemerintah belum mempublikasikan data tersebut. Sebaliknya, mereka hanya mengatakan, berdasarkan sinyal yang terkirim dari pesawat ke satelit Inmarsat, terungkap bahwa MH370 menyimpang dari rute awal dan mengakhiri penerbangannya di Samudera Hindia. (The Guardian)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya
-
Festival Bidar Palembang: Tradisi Sungai Musi yang Bertahan Sejak Zaman Kesultanan
-
IHSG 'Kebakaran' Imbas Kabar MSCI, Saham-saham Idola Pasar Mendadak ARB!
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
Terkini
-
Bisa Jadi Pintu Masuk Reshuffle, Kursi Kosong Wamenkeu Bikin Panas Dingin Menteri Lain
-
Ketua KPK Paparkan Statistik Korupsi 2025 di DPR: 116 Perkara Disidik dan 11 Kali OTT
-
Ketua KPK Paparkan Capaian Penyelamatan Aset di Hadapan DPR: Rp1,5 Triliun Kembali ke Kas Negara
-
Diplomasi atau Kompromi: Membaca Kursi Panas Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza
-
Indonesia Diminta Tiru Thailand Dalam Antisipasi Virus Nipah
-
Tragedi Malam Berdarah di Blitar, Menantu Habisi Mertua Usai Dicaci Maki dan Diancam Pakai Gergaji
-
5 Poin Geger Kesaksian Ahok: Heran Kekuatan Riza Chalid, Sentil Menteri BUMN
-
DIY Diguncang Gempa M4,5, Dua Orang Terluka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Menlu Sugiono Sebut Indonesia Gabung 'Dewan Trump' Tanpa Iuran, Ini Fakta-faktanya
-
Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan untuk Amankan Aksi Buruh di Monas