Suara.com - Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Syarif Hassan telah menegaskan sikap resmi partainya di Pemilu Presiden 2014 adalah memilih untuk tidak berkoalisi, baik dengan poros yang mengusung Joko Widodo (Jokowi) -Jusuf Kalla maupun poros yang mendukung Prabowo Subianto – Hatta Rajasa.
Namun dalam perkembangan, di pertengahan masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 nanti -- tepatnya pertengahan bulan Juni -- akan ada pengarahan dari DPP Partai Demokrat untuk memilih salah satu pasangan calon presiden, demikian dikatakan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok kepada suara.com, Jumat (23/5/2014) sore.
“Jadi setelah semua bermanuver, baru Demokrat punya arahan kepada semua kader di pertengahan kampanye nanti,” kata Mubarok.
Mubarok memprediksi nanti kader Partai Demokrat akan diarahkan untuk mendukung Prabowo-Hatta. Alasannya, saat berlangsung rapat pimpinan nasional (rapimnas) yang diselenggarakan pada Selasa (20/5/2014), tidak ada kader Partai Demokrat yang menginginkan untuk memilih pasangan Jokowi-JK.
“Di rapimnas kemarin, 22 persen suara pilih Prabowo, 21 persen pilih koalisi dengan Golkar atau jika mungkin bentuk poros baru. 56 suara netral. Tidak satupun pilih ke Jokowi,” kata Mubarok.
Mubarok menduga alasan tidak ada kader Demokrat yang memilih mendukung Jokowi karena selama ini komunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menemui jalan buntu.
“Tidak ada yang tertarik karena komunikasi dengan Bu Mega tidak pernah berhasil,” kata Prabowo.
Mubarok sendiri secara pribadi juga mendukung Prabowo – Hatta. Ia mengatakan memang tidak ada yang ideal dua pasangan capres – cawapres yang ikut Pemilu Presiden 9 Juli 2014, tapi menurut dia, Prabowo lebih tepat.
Partai Demokrat merupakan partai yang pernah dua periode berturut-turut memenangkan Pemilu Legislatif, yakni pada pemilu 2004 dan 2009. Namun di Pemilu Legislatif 2014, partai ini kalah, hanya meraih 11,19 persen suara secara nasional. Dengan kata lain, mereka gagal mengusung calon presiden sendirian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aston Villa Siap Jalani Laga Perdana di Indonesia, Indonesia All Stars Bertekad Beri Perlawanan
-
DPR Ingatkan Bahaya El Nino: Waspada Heat Stroke, Dehidrasi, Hingga Gangguan Gizi
-
Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
-
5 Buku Rekomendasi Wonwoo SEVENTEEN, Ada yang Sudah Kamu Baca?
-
Tarif Listrik PLN per 1 Agustus 2026, Cek Tarif per kWh untuk Semua Golongan Pelanggan
-
Menyelami 150 Tahun Sejarah Indonesia dalam Semalam Bersama Lembu Semar
-
Kesan Pertama Jajal Langsung Kia Sonet di GIIAS 2026
-
SF Hariyanto: Tidak Ada Pemberhentian PPPK di Riau
-
7 Tanda Kulit Rusak Akibat Tidak Memakai Sunscreen secara Rutin
-
Dikira Enak Hidup di Spanyol, Migran Maroko Pilih Balik Kanan karena Kelaparan di Enklave Ceuta