Suara.com - Keluarga dan para pengikut seorang guru spiritual di India terlibat perseteruan di pengadilan setempat. Mereka bertengkar tentang apakah Shri Ashutosh Maharaj, nama guru itu, sudah wafat atau hanya sedang bersemadi, demikian diberitakan The Telegraph, Rabu (28/5/2014).
Shri Ashutosh, pendiri aliran Divya Jyoti Jagrati Sansthan di India, wafat pada Januari silam, demikian klaim istri dan puteranya. Dia meninggalkan warisan berupa tanah dan bangunan senilai 100 juta pound sterling (sekitar Rp1,9 triliun).
Akan tetapi murid-murid di pedepokannya menolak menyerahkan tubuh sang guru kepada keluarganya untuk dikremasi. Mereka yakin Asutosh masih hidup dan hanya sedang bersemadi. Dia kini diletakkan dalam sebuah lemari pendingn di pedepokan yang terletak di Jalandhar, Punjab.
"Yang Mulia Shri Ashutosh Maharaj ji sedang dalam semadi sejak 29 Januari 2014," tulis kelompok aliran keagamaan itu dalam website resmi mereka.
Kini istri dan puteranya, Dilip Jha (40), mengajukan gugatan di pengadilan lokal meminta agar digelar penyelidikan terkait meninggalnya sang guru dan agar jenazahnya diserahkan untuk dikremasi oleh keluarga.
Jha menuding para pengikut sengaja menahan jenazah ayahnya agar bisa terus mengendalikan harta yang ditinggalkan.
Adapun awalnya kepolisian Punjab menyatakan bahwa Ashutosh sudah wafat. Tetapi status kematian itu dibatalkan oleh pengadilan tinggi Punjab dan pemerintah lokal mengatakan bahwa itu adalah masalah spiritual. Dengan demikian, para pengikut sang gutu tidak bisa dipaksa untuk mengakui bahwa junjungan mereka sudah wafat.
Shri Ashutosh Maharaj, yang berusia 70an tahun itu mendirikan sektenya pada 1983. Ia mengajarkan pentingnya perdamaian global dan mempunyai ribuan pengikut di seluruh dunia. Selain pengikut, organisasinya juga memiliki banyak properti di India, Amerika Serikat, Amerika Selatan, Australia, Timur Tengah, dan Eropa.
Dia diduga meninggal akibat serangan jantung pada Januari lalu, tetapi para pengikutnya kukuh Ashutosh sedang menjalani semadi yang dalam, sesuai ajarannya sendiri. (The Telegraph)
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi