News / Nasional
Jum'at, 06 Juni 2014 | 22:45 WIB
Sebuah eskavator membantu mencari korban ambruknya ruko Cendrawasih Permai, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (4/6). [Antara/Amirullah]

Suara.com - Upaya pencarian korban keruntuhan bangunan ruko Cendrawasih Permai di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), untuk sementara dihentikan. Hal itu karena sejak kejadian pada Selasa (3/6/2014) hingga Jumat (6/6) sore, semua korban telah berhasil ditemukan.

Sebagaimana disampaikan melalui rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dari 84 orang korban, sebanyak 72 orang selamat dan 12 lainnya ditemukan tewas. Korban terakhir ditemukan pada Jumat sore pukul 18.30 Wita. Dari sebanyak 72 korban selamat, saat ini dilaporkan masih ada 3 orang yang dirawat di RSUD AW Syachranie, Samarinda.

BNPB mencatat, para korban tewas juga telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kaltim. Para korban tewas yang telah diidentifikasi itu antara lain adalah Kasiran (50) asal Trenggalek, Abdul Makrub (26) asal Trenggalek, Kadori (35) asal Trenggalek, Sugianto (35) asal Trenggalek, serta Peron Pamudi (40) yang juga asal Trenggalek. Lainnya adalah korban-korban yang tercatat berasal dari Ponorogo, yaitu Surani (25), Toyo (45), Jarwo (45), Rudi Surianto (32), Toni (35), Jono (60), serta Jarno (35).

Disebutkan pula, sebanyak 7 korban telah dikirim ke Jawa Timur untuk diserahkan kepada keluarganya. Sisanya akan dikirim berikutnya. Hingga Jumat malam, Kepala BPBD Kota Samarinda disebut masih memimpin rapat koordinasi untuk evaluasi penanganan lebih lanjut.

Lantaran korban telah ditemukan semua, evakuasi korban pun untuk sementara dihentikan. Namun pembersihan material puing-puing bangunan masih akan dilanjutkan. Diketahui, 72 korban selamat meminta agar gaji mereka dibayarkan dan dipulangkan ke Jawa Timur karena trauma. Terkait hal itu, Gubernur Kaltim pun disebut telah memerintahkan agar semua hak pekerja dipenuhi.

Load More