Suara.com - Calon wakil presiden nomor urut satu Hatta Rajasa mengharapkan pengembangan isu Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang memenangkan Prabowo Subianto-Hatta dihentikan.
Hal itu dikarenakan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah bertranformasi menjadi profesional sejak reformasi.
"Sepanjang sejarah sejak reformasi yang dilakukan bahwa TNI kita diakui dunia sangat profesional, politiknya tegak lurus yaitu ke rakyat, jangan biarkan coba tarik ke kiri dan kanan. Jadi jangan kembangkan isu Babinsa lagi," ujar Hatta Rajasa dalam dalam silaturahim Ribuan Alumi ITB Sayang Bang Hatta di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (8/6/2014).
Dirinya prihatin kalau isu Babinsa tersebut terus dikembangkan karena TNI sudah melakukan reformasi secara besar-besaran sejak zaman reformasi.
"Kasihan TNI kita yang sudah mentransformasi menjadi profesional sejak reformasi," ujar dia.
Daripada melakukan kampanye negatif, lanjutnya, lebih baik mengadu konsep maupun program bagaimana mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan bagaimana menjadikan negeri ini menjadi macan asia.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tidak terlibat menggerakkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk memenangkan Prabowo-Hatta.
"Prabowo-Hatta tidak terlibat terkait Babinsa. Itu fitnah, saya tidak tahu fitnahnya darimana, tapi dari kita tidak ada itu," ujar Hashim Djojohadikusumo di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, pihaknya mendukung TNI untuk mengusut kasus tersebut sampai tuntas biar tidak ada lagi fitnah yang ditujukan kepada Prabowo-Hatta. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Kapolri Ungkap Pesan Prabowo: TNI-Polri Harus Bersatu, Jangan Sampai Terpecah
-
Impor Mobil India Dinilai Sebagai Otokritik Atas Kartel Mobil di Indonesia
-
HUT ke-12 Suara.com Luncurkan Aura Research, Platform AI untuk Analisis Data dan Monitoring Isu
-
Gedung Tinggi Dilarang Sedot Air Tanah, PAM Jaya Ingatkan Ancaman Sinkhole Hantui Jakarta
-
Menhan Banyak Urusan, Gian Kasogi: Isu Keamanan Jangan Jadi Instrumen Politik Menuju 2029
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Haris Azhar: Perkara Ini Tidak Memenuhi Hak Asasi Manusia
-
Rayakan Hari Jadi ke-12, Suara.com Perkokoh Posisi Pemimpin Media Digital Berbasis Komunitas
-
Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?
-
Dirumorkan Tewas Dibom Iran, Benjamin Netanyahu Terakhir Terlihat di Lokasi Ini
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Laporan Keterangan Palsu di Sidang Hanya Bisa Lewat Hakim