Suara.com - Direktur Indeks Digital Jimmi Kembaren mengungkapkan menjelang Pemilu Presiden 2014, jumlah akun media sosial robot melonjak. Akun robot juga dimanfaatkan oleh tim pendukung capres-cawapres untuk menyebarluaskan isu.
"Lalu, robot. Akun buatan dan ga ada orangnya ini bisa nge-tweet, retweet atau pilih teman. Jutaan (akun) robot. Terjadi percampuran antara (membuat tweet) isu beneran (ataupun) by design," kata Jimmi di Jakarta Pusat, Sabtu (21/6/214).
Menurut data Indeks Digital, jumlah tertinggi akun robot antara 11 Juni 2014 dan 20 Juni 2014 adalah tanggal 19 Juni 2014. Tanggal 19 jumlahnya banyak sekali. Sedangkan titik rendahnya ada di tanggal 15 Juni 2014.
Salah satu contoh tweet yang disebarluaskan oleh akun robot seperti ini: Dengan RT ini, anda ikut memenangkan Jokowi-JK. Pilih pemimpin yg bisa dipercaya (Jokowi) dan pengalaman (JK). Jumlah tweet-nya mencapai 79.237.
Kemudian tanggal 19 Juni 2014, tweet-nya seperti ini: #rabuSatu prabowo hatta 1 pilihan akal sehat#5i4 https://t.co/azHINOXVZM. Jumlah tweet-nya mencapai 1.627.
"Dulu di Twitter, barometer populer adalah jumlah followers. Sekarang tidak gitu. Ada jasa penambahan follower, (dengan harga) 5 dolar, 5 juta follower. Mulai berubah permainan di maya dan social media," katanya.
"Masyarakat sudah lihat sinyalemen itu, tapi belum ada yang bisa ukur seberapa besar kekuatan akun robot dibandingkan akun resmi. Kami (Indeks Digital) liat itu ternyata cukup besar," Jimmi menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel
-
Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama
-
Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto
-
Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia
-
AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini
-
Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington
-
Vladimir Putin Ingin Prabowo Subianto Kembali Berkunjung pada Mei dan Juli 2026
-
Spanyol Kecam Komentar Donald Trump terhadap Paus Leo XIV
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih