Suara.com - Junta militer Thailand, pada Senin (30/6/2014), mengatakan akan merombak sistem pemilihan umum di negeri itu. Pengumuman itu disampaikan setelah pemimpin junta, Jenderal Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa pemilihan umum akan digelar pada akhir 2015.
Thailand dikuasai militer sejak 22 Mei silam melalui kudeta tidak berdarah, setelah selama enam bulan demonstrasi antipemerintah membuat negara negara itu lumpuh.
Sekretaris bidang pertahanan Surasak Kanchanarat mengatakan bahwa reformasi partai politik, desentralisasi kekuasaan, dan penyelidikan serta hukuman bagi kelompok pelaku kecurangan pemilu kini menjadi agenda prioritas militer.
"Kami akan berdiskusi tentang rintangan dalam pemilihan umum dan pemberantasan korupsi," kata Surasak, sebelum militer menggelar pertemuan dengan komisi pemilihan umum Thailand.
Junta yang secara resmi dikenal dengan nama Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban sebelumnya telah membatalkan konstitusi Thailand dan Ocha-chan mengatakan bahwa undang-undang baru akan disiapkan pada Juli.
Kepala angkatan bersenjata Thailand itu juga mengatakan bahwa sebuah kabinet sementara akan diumumkan pada September dan akan membentuk sebuah dewan reformasi yang akan menyusun konstitusi jangka panjang. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
Terkini
-
Gus Ipul Minta Pendamping PKH Datangi 11 Juta Peserta PBI yang Dinonaktifkan
-
Golkar Resmi Proses PAW Adies Kadir, Sarmuji Tegaskan Tak Ada 'Lompat Pagar'
-
MKMK Dinilai Hanya Bisa Adili Etik, Keppres Pengangkatan Adies Jadi Hakim MK Tak Bisa Dibatalkan?
-
Drama Tetangga: Teriakkan Suara Drum Berujung Pengeroyokan, Korban Malah Jadi Terlapor
-
Nasib Tragis Sutaji, Pemuda Pondok Labu Tewas Terlindas Transjakarta di Depan Bus Stop Taman DDN
-
Saut Situmorang: OTT Bea Cukai Tak Mengejutkan, Tanpa Reformasi Sistem Hasilnya Akan Stagnan
-
6 Fakta Amuk Angin Kencang di Cibinong, Warga Histeris Lihat Atap Pakansari Berterbangan
-
Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
-
Sinyal Kuat Golkar: Prabowo Dijamin Maju Lagi di Pilpres 2029, Asalkan...
-
Bukan Incar Kursi Cawapres, Bahlil Putuskan Maju Caleg 2029 dari Tanah Papua