Suara.com - Seorang anggota parlemen India menuai kecaman di negaranya setelah dia mengancam anggota partai lain dan bahkan mengancam akan melakukan pemerkosaan terhadap saingan politiknya.
Tapas Pal, nama anggota parlemen dari Partai Trinamool Congress (TMC), menyampaikan ancamannya itu beberapa pekan silam, tetapi video berisi rekaman ucapan dia baru disiarkan Senin (30/62014), oleh sejumlah televisi di Bengali.
"Jika ada anggota CPM (partai komunis India) di sini, dengarkan saya. Jika kalian menyentuh para pekerja partai Trinamool Congress atau keluarga mereka, Anda akan membayarnya," bunyi orasi Pal.
"Jika siapa pun saingan kami yang menyentuh para perempuan, ayah, atau anak-anak Trinamool, maka saya akan merusak anak cucu mereka. Saya akan melepaskan anak buah saya, mereka akan memperkosa. Ya, mereka akan memperkosa," lanjut Pal panjang lebar.
Pernyataan itu kemudian memantik kemarahan di India dan TMC, yang merupakan partai penguasa di negara bagian Bengali Barat, terus menghindar dari masalah itu.
Belakangan Pal meminta maaf dan dia beralasan bahwa yang dia katakan adalah "kekeliruan dalam penilaian."
"Beberapa perkataan saya disampaikan dalam penasnya kampanye pemilihan umum...Saya minta maaf untuk itu," kata politikus berusia 55 tahun itu, Selasa (1/7/2014).
"Saya tidak punya alasa. Itu adalah kesalahan besar...Itu seharusnya tidak terjadi. Saya meyakinkan bahwa kesalahan itu tidak akan terulang," imbuh dia.
Pal sendiri, selain seorang politikus juga adalah aktor terkemuka di India. Dia sempat mengeluarkan beberapa pernyataan kontroversial termasuk mengatakan akan "menembak penjahat di depan umum". (BBC)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Ulang Paulus Tannos, Buronan e-KTP yang Nekat Ganti Identitas
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Diprotes Warga Srengseng Sawah, Pemprov DKI Jakarta Siap Evaluasi Izin Party Station
-
Kembali Jadi Tersangka, Ini Daftar Hitam Kasus Hukum Habib Bahar bin Smith