News / Internasional
Senin, 07 Juli 2014 | 19:05 WIB
Ilustrasi baterai laptop. (Shutterstock)

Suara.com - Para penumpang yang terbang ke Amerika Serikat (AS) hanya diperbolehkan membawa perangkat elektronik dengan baterai yang terisi penuh. Peraturan baru itu dikeluarkan menyusul isu ancaman serangan bom ke negeri Abang Sam itu.

Otoritas AS mewajibkan agar staf keamanan bandara meminta calon penumpang menyalakan perangkat elektronik mereka seperti laptop, handphone, dan tablet sebelum naik ke atas pesawat. Setelah dinyalakan, mereka harus memastikan kalau baterai perangkat tersebut dalam keadaan terisi penuh.

Itu artinya, semua perangkat elektronik yang daya baterainya habis tidak diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat.

Peraturan baru itu diumumkan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Jeh Johnson. Ia meminta keamanan diperketat terhadap penumpang yang hendak bepergian ke AS.

Peningkatan keamanan ini dilakukan menyusul isu bahwa ahli bom kelompok teroris Al-Qaeda Ibrahim Hassan al-Asiri yang diyakini berada di Yaman, telah menularkan keahliannya kepada pemberontak Suriah. Konon, mereka sudah mampu membuat bom menggunakan perangkat elektronik seperti smartphone.

Sebelumnya diberitakan, smartphone seperti Apple iPhone dan Samsung yang dibawa penumpang tujuan AS, juga akan mendapat perhatian lebih ketat.(Irishmirror)

Load More