Suara.com - Para penumpang yang terbang ke Amerika Serikat (AS) hanya diperbolehkan membawa perangkat elektronik dengan baterai yang terisi penuh. Peraturan baru itu dikeluarkan menyusul isu ancaman serangan bom ke negeri Abang Sam itu.
Otoritas AS mewajibkan agar staf keamanan bandara meminta calon penumpang menyalakan perangkat elektronik mereka seperti laptop, handphone, dan tablet sebelum naik ke atas pesawat. Setelah dinyalakan, mereka harus memastikan kalau baterai perangkat tersebut dalam keadaan terisi penuh.
Itu artinya, semua perangkat elektronik yang daya baterainya habis tidak diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat.
Peraturan baru itu diumumkan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Jeh Johnson. Ia meminta keamanan diperketat terhadap penumpang yang hendak bepergian ke AS.
Peningkatan keamanan ini dilakukan menyusul isu bahwa ahli bom kelompok teroris Al-Qaeda Ibrahim Hassan al-Asiri yang diyakini berada di Yaman, telah menularkan keahliannya kepada pemberontak Suriah. Konon, mereka sudah mampu membuat bom menggunakan perangkat elektronik seperti smartphone.
Sebelumnya diberitakan, smartphone seperti Apple iPhone dan Samsung yang dibawa penumpang tujuan AS, juga akan mendapat perhatian lebih ketat.(Irishmirror)
Tag
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?