Suara.com - Mantan Menteri Luar Negeri Alwi Sihab prihatin dengan maraknya kampanye hitam yang dilancarkan oleh pihak tertentu kepada pasangan capres lain dalam masa kampanye.
Ia mengatakan kemenangan yang diperoleh dengan cara-cara tidak baik tidak akan mendatangkan pemerintahan yang baik.
Menurutnya, apabila awalnya sudah tidak bagus, maka selamanya tidak akan pernah menghasilkan nilai yang positif.
"Apabila awalnya tidak baik, maka pemerintahan yang dipimpinnya tidak akan pernah mendatangkan nilai yang positif, dan kemenangan yang diperoleh dengan melancarkan kampanye hitam sangatlah tidak etis," kata Alwi Sihab sesaat setelah melakukan pemcoblosan di TPS 22 SDN 02 Pagi, Jalan Tegal No 10, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu(9/7).
Meskipun masa kampanye dihujani situasi yang tidak sedap, dia berharap pada saat pencoblosan dan saat penghitungan nanti tidak terjadi lagi hal yang sama, khususnya kecurangan dan keos.
"Saya berharap hari ini aman-aman saja dan tidak kacau," tutupnya.
Keluarga Alwi Sihab datang ke TPS itu sekitar pukul 11.30 WIB mengenakan pakaian kotak-kotak. Di TPS itu pula rencananya Aburizal Bakrie dijadwalkan akan mencoblos.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Polisi Temukan Teh dan Jasad Melepuh
-
Anggaran Besar, Celah Lebar: Mengapa Pendidikan Selalu Jadi Lahan Basah Korupsi?
-
Terbongkar! SP3 Kasus Nikel Konawe Utara 'Disimpan' 21 Hari oleh Pimpinan KPK Lama
-
Kereta Panoramic Jadi Tren Wisata Baru, Jumlah Penumpang Tumbuh 38,6 Persen Sepanjang 2025
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Proyek Pengendali Banjir Fatmawati Dimulai, Jalan H. Nawi Bakal Menyempit Selama Setahun
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
-
Tawuran di Manggarai Berhasil Dibubarkan, Lalu Lintas dan Layanan Transjakarta Kembali Normal