Suara.com - Kepala Sekolah TK Jakarta International School (JIS) Pondok Indah, Elsa Donohue (ED) mangkir dari panggilan penyidik Polda Metro Jaya hari ini, Jumat (11/7/2014).
Rencananya Elsa diperiksa sebagai saksi terkait dengan kasus kekerasan seksual kepada anak yang dilakukan oleh oknum guru JIS.
"Hari ini rencananya sesuai dengan panggilan yang sudah dilayangkan, penyidik memeriksa ED, seorang guru, seorang wanita dari sekolah JIS. Namun tadi baru saja datang surat dari pengacaranya yang mengatakan tidak bisa hadir," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komsaris Besar Polisi Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jumat (11/7/2014).
Rikwanto mengungkapkan, alasan yang disampaikan ED merupakan alasan klasik, yaitu terlambat menerima surat panggilan.
"Padahal sudah ada tanda terima tanggal 8 surat diterima oleh JIS yang ada pada catatan kita," imbuh Rikwanto.
Nantinya, Elsa akan dipanggil kembali oleh penyidik dan statusnya masih sebagai saksi.
"Untuk ED sesuai panggilan sebelumnya, kita panggil hari ini namun tidak hadir, jadi kita akan
layangkan panggilan berikutnya pada yang bersangkutan," tandasnya.
Sebelumnya kemarin, Kamis (10/7/2014), Polda Metro Jaya menetapkan dua guru Jakarta International School (JIS) Pondok Indah NB dan FT sebagai tersangka atas dugaan kekerasan seksual terhadap murid taman kanak-kanak.
"Tadi (Kamis) siang ada gelar perkara terhadap NB dangan FT statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis (10/7/2014).
Rikwanto mengatakan penyidik kepolisian mengagendakan pemeriksaan terhadap kedua guru itu namun yang bersangkutan tidak datang karena alasan berada di luar kota. Penyidik Polda Metro Jaya merencanakan kembali pemanggilan NB dan FT sebagai tersangka pada awal pekan depan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung
-
Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka