Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan Pesawat Malaysia Airlines MH17 dirudal oleh kelompok separatis Ukraina pro Rusia.
"Mereka yang bertanggung jawab dalam jatuhnya pesawat tersebut," kata Obama seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (18/7/2014).
Obama mengatakan bahwa persenjataan itu didapatkan separatis Ukraina dari militer Rusia. "Rusia adalah pihak yang seharusnya dapat meredam kekerasan di Ukraina, sayang mereka memilih tidak melakukannya," kata Obama.
Sebelumnya, AS menarik kesimpulan bahwa pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 jatuh setelah terkena tembakan peluru kendali (rudal). Namun AS belum menunjuk siapa dalang peluncuran peluru kendali tersebut.
Seorang pejabat senior AS mengatakan, sistem radar mendeteksi sebuah rudal darat ke udara yang aktif dan mengejar sebuah pesawat sebelum MH17 jatuh. Sementara itu, masih menurut si pejabat, ada sistem radar kedua yang mendeteksi jejak panas di saat MH17 tertembak. AS menganalisis lintasan rudal tersebut untuk mengetahui lokasi peluncurannya.
Kepada CNN, seorang pejabat AS mengatakan bahwa AS yakin Ukraina tidak memiliki kapasitas – apalagi motivasi – untuk menembak jatuh pesawat itu.
Pesawat MAS MH17 jatuh di Ukraina bagian timur pada hari Kamis (17/7/2014). Pesawat Boeing 777 yang berangkat dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur, Malaysia tersebut mengangkut 283 penumpang dan 15 kru. Sebanyak 12 di antara penumpang merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digeladang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya