Suara.com - Capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla memang sudah memastikan tidak akan hadir menyaksikan langsung hasil rekapitulasi suara secara nasional dan pengumuman hasil Pilpres di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sore nanti pukul 16.00 WIB.
Jokowi kepada wartawan bahkan mengaku akan menyaksikan penetapan melalui televisi di rumahnya.
Tapi ternyata ada alasan lain yang menyebabkan Jokowi-JK menolak hadir.
Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengungkapkan alasan utamanya yakni soal keamanan di Gedung KPU, serta menghindari agar para pendukungnya ikut hadir.
"Ya untuk keamanan katanya begitu. Ini terbatas, kalau pasangan capres hadir, bisa berbondong-bondong pengikut yang hadir. Kalau memang diwajibkan KPU hadir, kita bisa konfirm setiap saat hadir," ungkap Tjahjo.
Selain alasan itu, KPU juga tidak mengharuskan para calon hadir menyaksikan langsung dan cukup diwakili oleh tim saja.
“Sementara begitu (tidak hadir), tidak ada keharusan," Tutup Tjahjo.
Hingga kini, KPU masih membahas rekapitulasi suara lima provinsi yang masih tertunda sejak semalam.
Rekap dimulai sekitar pukul 11.00 WIB, molor sejam dari jadwal sebelumnya karena menunggu saksi dari saksi kubu kandidat Prabowo-Hatta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes
-
Tak Hanya Yuvita! Korban Lain Taufik Hidayat Mulai Bicara di Medsos, Polda Jabar Buru Jejak Sadisnya
-
Stella Christie Dorong Mahasiswa dan Dosen RI Manfaatkan Beasiswa ke China
-
Kasus YTR di Bandung Ungkap Bahaya Kekerasan dalam Pacaran yang Kerap Tak Disadari
-
Kasus Video JK: Pelapor Ade Armando dan Abu Janda Kecewa Laporannya Dilempar ke Polda Metro
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif