Suara.com - Empat hari menjelang Lebaran permintaan jasa pekerja rumah tangga pengganti atau PRT infal meningkat. Pengelola lembaga penempatan tenaga kerja swasta PT. Hadi Jaya, Depok, Jawa Barat, mengatakan telah menyalurkan hampir 500 tenaga PRT infal yang digaji harian.
Meski bayarannya mencapai tiga kali lipat dibanding PRT reguler, yakni antara Rp 120-150ribu per hari untuk PRT dan Rp 160-180 ribu untuk pengasuh, permintaan PRT infal tetap tinggi karena memang sangat dibutuhkan. Permintaan mulai meningkat sejak Senin (21/7/2014), karena diperkirakan para pekerja rumah tangga sudah ijin libur dari majikannya.
Namun sebuah penyalur tenaga infal di Tebet, Jakarta Selatan Nabilla Care mengatakan tahun ini mengatakan sebaliknya. Menurut permintaan cenderung menurun, padahal tenaga kerja yang tersedia melimpah. Lapangan kerja ini cukup diminati, karena bayaran yang cukup menggiurkan.
"Menurun dari tahun kemarin, kira-kira sebanyak 50 persen. Mungkin pembantu di majikan masih ada atau tidak pulang kampung," ujar Agin, marketing penyalur Nabila Care saat ditemui suara.com di kantornya.
Agin mengatakan biasanya permintaan PRT infal mulai meningkat dua minggu hingga satu minggu sebelum Idul Fitri.
Dan tahun lalu, yang tersisa di penampungan saat Idul Fitri hanya sebanyak 30 orang. Sedangkan saat ini, kata Agin, ketika Idul Fitri tinggal empat hari masih ada sekitar 100 orang di penampungan. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina