Suara.com - Belasan kebakaran yang terjadi di California Utara membuat Gubernur Jerry Brown menetapkan status gawat darurat. Suhu udara yang panas serta kekeringan yang berkepanjangan membuat ribuan hektar hutan di California dilanda kebakaran.
Kebakaran hutan itu tidak hanya melanda California tetapi juga Oregon. Brown sudah mengalokasikan dana untuk memerangi kebakaran hutan tersebut yang pertama kali berasal dari negara bagian Oregon. Tiga kebakaran hutan di California terjadi karena petir.
Kebakaran hutan ini telah membuat warga di empat kota dievakuasi. Pihak pemadam kebakaran kesulitan untuk memadamkan api yang membakar ribuan hektar area hutan. Garda Nasional ikut membantu pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
Pesawat militer C-130J juga diturunkan untuk membantu proses pemadaman.
“Pesawat itu menyiram 3.000 galon air yang bisa memperlambat penyebaran api,” kata Bill Wilson, pilot Garda Nasional.
Selain dilakukan dari udara, upaya pemadaman api juga dilakukan dari darat. Saat ini, baru sekitar 25 persen kebakaran hutan yang berhasil diatasi.
“Alam sepertinya punya tendensi untuk memiliki rancangan tersendiri di mana api akan berkobar. Sebagian besar api ini justru terjadi karena sambaran petir,” jelas Wilson.
Kebakaran hutan itu juga telah membuat hangus delapan rumah yang dekat lokasi. Warga yang berada di dekat hutan yang mengalami kebakaran sudah ditampung di tempat penampungan sementara. (USAToday)
Berita Terkait
-
Saat 'Luka Bakar' Gambut Sumatra Selatan Coba Disembuhkan Lewat Solusi Alam
-
Cara Efektif Mencegah Kebakaran Saat Kemarau Panjang
-
NHM Gelar Simulasi Tanggap Darurat Karhutla, Perkuat Kesiapsiagaan di Tambang Indonesia Timur
-
Kebakaran Hutan Dunia Meningkat Tajam, Dampak Ekonomi dan Risiko Kemanusiaan Kian Parah
-
Badai Api Mengguncang Bumi: Tantangan Baru Ilmuwan di Era Pemanasan Global
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua
-
Kasatgas Tito Karnavian Pastikan Pemulihan Sekolah Pascabencana di Tapanuli Tengah
-
Hari Kesembilan OMC, BPBD DKI Intensifkan Mitigasi Cuaca Ekstrem Lewat Tiga Penerbangan
-
Korban Longsor Gunung Burangrang Bertambah jadi 10 Orang
-
Saleh Daulay: Reshuffle Kabinet Hak Konstitusional Presiden Prabowo
-
Longsor Pasirlangu: Pemkab Bandung Barat Aktifkan Status Darurat, 82 Warga Masih Dicari
-
Minibus Oleng hingga Hantam Tiga Motor dan Gerobak di Karawang, Satu Pengendara Tewas
-
Genangan 50 Cm di KM 50 Tol TangerangMerak, PJR Alihkan Kendaraan Kecil ke Lajur 3
-
Tujuh Hari Menembus Medan Ekstrem, Operasi SAR ATR 42-500 di Bulusaraung Resmi Ditutup
-
Akses Terisolasi Jadi Tantangan Utama Pemulihan Pascabanjir Bandang Aceh Timur