Suara.com - Kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU), Adnan Buyung Nasution, menilai kubu pasangan capres cawapres nomor urut satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tidak perlu menghadirkan ribuan saksi.
Adnan yang merespon rencana tim Prabowo mengajukan banyak saksi itu menyindirnya, dengan mengatakan lebih penting mengajukan saksi yang berkualitas.
"Tidak perlu ribuan (saksi), yang penting kualitas dan integritas. Pengalaman saya jadi pengacara puluhan tahun ya begitu," kata Adnan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (6/8/2014).
Calon presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto yang hadir dalam sidang perdana tersebut, mengatakan pihaknya siap menghadirkan puluhan ribu orang saksi yang menjadi korban kecurangan oleh penyelenggara pemilu pada hari pemungutan suara Pilpres 2014.
Namun, majelis hakim MK sudah menyatakan akan membatasi jumlah saksi yang dihadirkan karena MK hanya diberi waktu menyelesaikan sengketa ini hingga tanggal 21 Agustus 2014.
Majelis hakim juga menilai kualitas saksi lebih penting dalam memberi keterangan dibandingkan dengan jumlah saksi yang dihadirkan.
Secara terpisah, Tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Habiburokhman, menganggap pembatasan 50 jumlah saksi menurutnya tidak masuk akal.
"Kalau hanya 50 saksi itu hampir tidak masuk akal. Setidaknya dari 1000 orang baru bisa didapat gambaran utuh karena lokusnya kan tersebar jadi sebaik-baiknya kualitas saksi kan dia tidak bisa memberikan keterangan yang terjadi di tempat lain. Bukan hanya soal kualitas, tapi kebutuhan untuk membuktikan angka. Kita ingin lebih banyak saksi yang didengar," jelas Habib.
Dia juga mengatakan bahwa pihak Prabowo-Hatta telah menyiapkan lebih dari 1.200 rekaman video dari keterangan saksi yang dijadikan pihaknya sebagai alat bukti. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026