Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan tidak ada kabinet demisioner, sehingga para menteri harus tetap bekerja serta menjalankan tugasnya dengan baik hingga presiden baru disumpah oleh MPR pada 20 Oktober 2014.
"Oleh karena itu, saya tidak suka sebenarnya kalau di antara anggota kabinet atau menteri sudah menganggap bahwa pemerintahan ini sudah berakhir atau semi berakhir, lantas memposisikan dirinya sudah demisioner. Itu keliru besar. Boleh dikatakan itu lari dari tanggung jawab. Rakyat akan mencatat hal-hal seperti itu kalau terjadi di negeri kita," kata Presiden menyikapi isu terkini dalam video yang diunggah ke Youtube, Kamis (7/8/2014)
"Lantas kalau ditanyakan setelah ada presiden terpilih maka segala sesuatunya yang berkaitan dengan pemerintahan ini, yang kita lakukan apakah keputusan, kebijakan harus dilakukan secara bersama atau dikonsultasikan terlebih dahulu, itu juga tidak seperti itu dalam tatanan undang-undang dasar kita," kata Presiden.
Menurut Presiden Yudhoyono, sesuai dengan konstitusi, masa jabatan presiden akan berakhir pada 20 Oktober 2014. Sebelum presiden pengganti dilantik, konstitusi mengamanatkan sejumlah kewajiban dan tanggung jawab. Misalnya membuat RAPBN 2015.
Namun demikian, Yudhoyono menegaskan dirinya menyadari penting untuk membuat langkah yang bijak bagi pemerintahan selanjutnya. Untuk itu, Presiden menegaskan tidak akan membuat kebijakan-kebijakan strategis yang berdampak pada pemerintahan berikutnya.
"Oleh karena itulah sebenarnya sejak bulan April yang lalu saya sudah mengeluarkan instruksi dan menetapkan kebijakan, yang intinya melarang para menteri atau anggota kabinet untuk mengambil kebijakan-kebijakan yang fundamental dan strategis yang berimplikasi pada pemerintahan yang akan datang atas inisiatifnya sendiri, saya larang itu," katanya.
Presiden menambahkan, "Juga tidak saya izinkan mereka untuk melakukan penggantian-penggantian pejabat utama, apalagi secara besar-besaran. Saya berpikir, lebih baik itu dilaksanakan oleh presiden mendatang, oleh pengganti saya nanti. Kecuali kalau ada alasan yang sah." Presiden mencontohkan, penggantian Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Budiman beberapa waktu lalu. Penggantian tersebut dilaksanakan karena Jenderal Budiman akan memasuki pensiun pada September 2014.
"Sebagai contoh saya mengganti KSAD karena Jenderal Budiman bulan depan sudah pensiun, sehingga saya masih memiliki tugas dan tanggung jawab untuk penggantian KSAD tersebut karena presiden baru belum ada," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara