News / Internasional
Jum'at, 08 Agustus 2014 | 17:03 WIB
Ilustrasi perkosaan. (Shutterstocks)

Suara.com - Sebuah survei tentang pelecehan seksual di Arab Saudi menunjukkan hasil yang mengejutkan. Sekitar 80 persen warga Arab Saudi yakin bahwa yang harus disalahkan dalam pelecehan seksual terhadap perempuan adalah perilaku perempuan itu sendiri.

Survei yang digelar oleh King Abdulaziz Center for National Dialogue di Riyadh itu melibatkan 992 responden, dengan jumlah antara lelaki dan perempuan yang hampir berimbang.

Sebagian besar responden, dalam survei itu, mengatakan bahwa perempuan sengaja mengenakan busana dan berdandan untuk menarik perhatian lelaki. Sementara 91 persen responden mengatakan kurangnya pemahaman agama menyebabkan maraknya pelecehan seksual di Arab Saudi.

Meski demikian, masih ada sekitar 80 persen responden yang mengatakan bahwa lemahnya sistem untuk mencegah pelecehan seksual yang menyebabkan tingginya angka kejahatan seksual di Saudi.

Arab Saudi sendiri adalah salah satu negara dengan tingkat kejahatan seksual tinggi di dunia. Menurut angka statistik seperempat dari total jumlah anak-anak di Arab Saudi pernah menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa.

Sementara menurut sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti lokal Arab Saudi, yang melibatkan responden perempuan berusia 18 sampai 48 tahun, sekitar 78 perempuan di Saudi mengaku secara langsung mengalami pelecehan seksual sementara 92 persen lainnya mengatakan bahwa pelecehan seksual di negara itu terus meningkat. (Al Arabiya/Al Monitor)

Load More