Suara.com - Wakil Ketua Fraksi PKB DPR RI Abdul Kadir Karding mengatakan DPP PKB telah menyiapkan 10 nama yang akan diusulkan sebagai calon menteri dalam kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla jika pasangan tersebut menjadi presiden dan wakil presiden.
"Berdasarkan petunjuk Pak Muhaimin, beliau telah menyiapkan 10 nama kader yang akan dicalonkan menjadi menteri. Akan tetapi, kami tidak tahu siapa nama-nama orang tersebut," katanya, Minggu (10/8/2014).
Sebagai partai pengusung, kata dia, PKB memiliki kewenangan mengajukan nama-nama menteri. Namun, keputusan diterima atau tidaknya 10 nama tersebut sepenuhnya menjadi wewenang Jokowi-JK.
Menanggapi Kabinet Alternatif Usulan Rakyat yang telah dipublikasikan, nama Abdul Kadir Karding muncul sebagai salah satu kandidat. Menanggapi hal itu, Abdul Kadir mengatakan sepenuhnya merupakan wewenang rakyat.
Sebagai anggota DPR RI, Abdul Kadir tidak akan mengosentrasikan diri untuk merebut kursi menteri.
"Terima kasih atas kepercayaan rakyat, hal itu hak rakyat memberikan mandat kepada saya, yang pasti saya sedang konsentrasi untuk muktamar dan belum membicarakan soal itu," katanya.
Abdul Kadir mengatakan dalam Muktamar PKB nantinya, Muhaimin Iskandar dijagokan kembali untuk memimpin partai berlambang bola dunia dengan sembilan bintang tersebut.
Ia menilai Muhaimin mampu membawa roda partai menuju kemenangan yang gemilang dalam beberapa pesta demokrasi.
"Pak Muhaimin bisa menjadikan partai anak muda yang progresif dan maju. Kami lihat banyak sekali kemenangan-kemenangan besar di kepemimpinan beliau," katanya.
Selain tengah berkonsentrasi pada muktamar, dia juga tengah menggodok UU Pertembakauan yang telah sampai ke meja presiden. Hasil Balegnas lalu telah membawa RUU Pertembakauan untuk dikaji presiden sebelum dibentuk tim selanjutnya hingga penetapan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran
-
DPRD DKI: Sengkarut Tata Ruang Jakarta Harus Dibenahi!
-
Tolak Perang untuk Israel, Tangan Mantan Marinir AS Patah Ditarik Paksa oleh Senator di Ruang Sidang
-
YLBHI Desak Jaminan Hak Berserikat dan Kekuatan Eksekusi Hukum dalam RUU PPRT
-
Sumbang Devisa Rp253 Triliun, Rieke PDIP Tagih Pengesahan RUU PPRT yang Mangkrak 22 Tahun
-
Tragedi Perang Jeli Remaja Makassar: Saat Senjata Mainan Dibalas Timah Panas
-
Jakarta Darurat Hunian, DPRD DKI Wanti-wanti Nasib Warga Terdampak Relokasi Normalisasi Sungai
-
Bukan Suap Biasa, KPK Jerat Bupati Pekalongan dengan Pasal Benturan Kepentingan dalam Pengadaan Jasa
-
Dewan Perdamaian Lumpuh: Pembicaraan Tertunda Akibat Perang Iran
-
Dampak Perang Iran-AS-Israel: Bagaimana Nasib Ekonomi-Politik Indonesia?