Suara.com - Kubu Prabowo-Hatta meragukan kesaksian dari pihak terkait, Jokowi-JK, Naftali Keiya dalam sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK), pada Kamis (14/8/2014).
Keraguan ini disampaikan Tim Kuasa Hukum, Prabowo-Hatta, Maqdir Ismail, karena saksi Naftalia yang menyatakan saksi Vincent tidak ikut hadir dalam rapat rekapitulasi suara di aula Pemda Dogiyai, Papua.
Sebab, saksi-saksi yang diperiksa kemarin, baik Vincent sendiri ataupun Ketua KPU Dogiyai Didimus Dogomo, dan Anggota KPU Papua Beatrix Wanane, mengatakan, dalam rekapitulasi itu turut hadir saksi dari pihak Prabowo-Hatta.
"Hanya dia (Naftalia) yang bilang (tidak hadir), saksi dari KPU bilang hadir. Saksi ini yang nggak benar. Beatrix (saksi KPU) pun kemarin bilang hadir," katanya disela-sela sidang PHPU Pilpres di MK, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2014).
Bahkan, Maqdir menduga saksi Naftalia mengeluarkan kesaksian beraroma dusta, atau bahkan dibayar untuk memberikan keterangan tersebut.
"Ketua KPUD (Didimus Dogomo) juga bilang hadir, 4-5 orang lawan 1 orang. Saya menduga orang ini dibayar," ujarnya.
Didalam persidangan, Naftali menyatakan kalau Vincent tidak hadir dalam proses rekapitulasi di Kabupaten Dogiyai.
Dia pun meyakinkan hakim dengan menyebut punya rekaman dari proses rekapitulasi yang mana tidak ada tampang Vincent di tempat tersebut.
"Pernyataan vincent dogomo yang hadir, kami bantah, saksi nomor 1 tidak hadir dalam pleno. Tidak pernah hadir (dalam gedung). Kami video punya. Tidak hadir," kata Naftalia.
"Mungkin dia duduk agak dibawah, atau dikolong-kolong meja?" tanya Majelis Hakim Patrialis Akbar.
"Tidak benar, karena kami kenal. Dia tidak ada," ujar Naftalia.
Patrialis juga sempat menanyakan soal peristiwa rekapitulasi di Dogiyai yang menurut dalil Prabowo-Hatta dalam berkas gugatannya, diusir oleh KPU Dogiyai.
"Masyarakat dijanjikan honor, masyarakat mengomel langsung keluar dan masyarakat kerumun," jawab Naftalia.
"Apa itu kerumun?" cecar Patrialis yang disambut singgung senyum peserta sidang.
"Berkumpul, bergerombol, berkerumun," tegas Naftalia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Berada di MV Hondius, Youtuber Ruhi Cenet Bongkar Fakta Ngeri saat Hantavirus Tewaskan 3 Orang
-
Sambut HUT ke-499, Jakarta Gelar Car Free Day di Jalan Rasuna Said Minggu Pagi, Cek Titik Parkirnya!
-
Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
-
Kutuk Aksi Cabul Ashari di Ponpes Pati, Gus Ipul: Jangan Jadikan Pesantren Kedok!
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?